Selamat Datang di Website Kami Info Jihad Internasinal

Donasi Untuk Keluarga Mujahid

Sabtu, 07 Juli 2012

AS beri status keamanan khusus bagi sekutunya Afghanistan

AS beri status keamanan khusus bagi sekutunya Afghanistan

Althaf

Sabtu, 7 Juli 2012 21:03:34

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Washington mendeklarasikan Afghanistan sebagai sekutu utama non-NATO pada hari Sabtu (7/7/2012) sebagai status simbolis yang memperkuat pesan kepada Afghanistan bahwa mereka tidak akan meninggalkan negeri tersebut meskipun sudah tidak dalam kondisi perang.

Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, mengumumkan keputusan, yang dibuat oleh Presiden Barack Obama, selama kunjungan mendadak ke Kabul tempat ia bertemu Presiden Hamid Karzai menjelang konferensi donor utama di Tokyo dalam rangka menarik janji untuk memberikan bantuan.

Peningkatan status ini dinilai dapat membantu Afghanistan untuk memperoleh perlengkapan pertahanan AS dan memiliki akses lebih besar untuk memperoleh pelatihan dari AS saat tentara Afghanistan mengambil alih tanggung jawab keamanan menjelang penarikan sebagian pasukan tempur NATO tahun 2014.

"Tolong ketahui bahwa Amerika Serikat akan menjadi teman dan sahabat anda. Kami bahkan tidak membayangkan untuk meninggalkan Afghanistan. Justru sebaliknya," kata Clinton dalam konferensi pers dengan Karzai sebelum terbang ke Tokyo.

Keputusan Obama memenuhi janji yang dibuatnya pada kunjungan ke Afghanistan tahun ini untuk meng-'upgrade' status keamanan khusus bagi Kabul -status yang hanya diberikan pada sejumlah mitra AS, termasuk sekutu dekat AS seperti Israel dan Jepang yang bukan anggota NATO.

Peserta pada pertemuan Tokyo hari Minggu besok diperkirakan akan berkomitmen memberikan bantuan di bawah $ 4 milyar per tahun untuk sektor pembangunan Afghanistan, meskipun bank sentral telah mengatakan negara itu membutuhkan setidaknya $ 6 miliar per tahun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi selama dekade berikutnya.

Jumlah ini di luar $ 4,1 miliar dilakukan setiap tahun oleh NATO dan mitra-mitranya untuk pasukan keamanan Afghanistan, seperti yang dijanjikan pada pertemuan puncak Chicago pada bulan Mei lalu.

Para pejabat AS dengan Clinton menolak mengatakan berapa banyak yang akan mereka berikan sebagai bantuan, setelah sebelumnya mereka yang secara signifikan mengurangi bantuan sejak tahun 2010.

Meski demikian, para pejabat AS mengakui bahwa tren untuk menyumbangkan bantuan pembangunan Afghanistan sedang menurun. Hal ini disebabkan salah satunya oleh faktor korupsi yang melanda pemerintah Afghan.

Meredakan ketakutan, Clinton mengatakan: "Kami sangat menyadari (korupsi ini) tetapi ini adalah isu yang ingin segera ditindak oleh pemerintah dan rakyat Afghanistan sendiri." (althaf/arrahmah.com)

Baca Juga:
  • Truk pasokan NATO telah menyeberang ke Afghanistan melalui rute Pakistan
  • Allahu Akbar! Mujahidin Taliban Afghan tembak jatuh pesawat pembawa pasokan AS-NATO di Paktia
Sumber : Arrahmah.com

Artileri Suriah hantam area utara Lebanon

Artileri Suriah hantam area utara Lebanon

Althaf

Sabtu, 7 Juli 2012 19:48:47

BEIRUT (Arrahmah.com) - Artileri milik Suriah menghantam sejumlah desa di utara Lebanon pada hari Sabtu (7/7/2012) dan menewaskan dua perempuan serta seorang laki-laki juga melukai sejumlah orang lainnya setelah kelompok oposisi melintasi perbatasan menuju Lebanon, penduduk setempat menyatakan.

Sejumlah penduduk di wilayah Wadi Khaled mengatakan bahwa beberapa bom mortar mulai berjatuhan di gedung-gedung yang terletak 5-20 kilometer dari perbatasan sekitar pukul 2 dini hari.

Pada tengah hari Sabtu (7/7), warga desa melaporakn sejumlah ledakan lainnya dan menyatakan bahwa mereka mendengar baku tembak di perbatasan.

Di desa Al Mahatta, sebuah rumah hancur, seorang gadis remaja yang baru berusia 16 tahun tewas dan dua orang anak berusia dua dan empat tahun terluka. Reuters juga melansir bahwa seorang perempuan dan seorang lelaki tewas di desa terdekat. (althaf/arrahmah.com)

Baca Juga:
  • Pasukan rezim bersihkan Idlib dari pemberontak bersenjata
  • WikiLeaks bocorkan 2,4 juta email politikus Suriah?
  • Menlu Irak: Kami memiliki informasi yang solid bahwa anggota al-Qaeda pergi ke Suriah
Sumber : Arrahmah.com

MUI : Hotel Boutique diskriminasi terhadap identitas Nasional, Gubernur harus menegur

MUI : Hotel Boutique diskriminasi terhadap identitas Nasional, Gubernur harus menegur

Bilal

Sabtu, 7 Juli 2012 15:25:27

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi Fatwa dan pengkajian MUI,  Ustadz Fahmi Salim, ternyata mengalami hal yang sama dengan pengurus DPP FPI KH Misbahul Anam yang dilarang menggunakan sarung saat berada di ruang makan Hotel Hotel Golden Boutique yang berlokasi di dekat Kemayoran, Jakarta.

"Kasus sarungan itu juga saya alami sendiri dalam acara yang sama dengan FPI waktu itu. Tapi, mungkin saya lebih awal makan sampai saya balik ke kamar lagi ganti celana," Kata Ustadz Fahmi kepada arrahmah.com, Jakarta, Sabtu (7/7).

Peristiwa tersebut menurutnya, terjadi saat menjadi  tamu undangan Ditjen Kesbangpol Kemendagri dalam sarasehan dan dialog ulama dan tokoh ormas Islam yang mengambil tajuk kerukunan agama dan evaluasi SKB Menteri no 3 tahun 2008 tentang pelarangan Jemaat Ahmadiyah Indonesia.

Lanjut Wasekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini, ia pun merasa heran dengan prosedur Hotel Boutiqe yang memarginalkan budaya nasional.

"Ya saya merasa aneh di negeri Pancasila dan Muslim terbesar ini kok ada tindakan diskriminatif seperti itu, malah saya dilihatkan palang petunjuk gambar sarung dicoret silang merah. Padahal Sarung dan kopian kan salah satu pakaian nasional" ujarnya.

Seharusnya, menurut, ustadz Fahmi, pihak Hotel menerapkan standar nasional bukan standar Internasional. "atau kalau tetap memakai standar Internasional harus tetap menghargai pakaian nasional kita tanpa harus mendiskriminasi" tegasnya.

Namun, ungkap Ustadz Fahmi, jika sikap Hotel Boutique tidak mau memberikan respek terhadap budaya nasional Indonesia. Jelas sikap tersebut melukai perasaan dirinya. Karena Hotel telah melakukan diskriminasi terhadap pakaian Nasional yanglebih sopan dari pakaian yang digunakan pengunjung lainnya." Kalau tidak seperti itu jelas saya tersinggung. Masak yang pakai rok pendek atau laki-laki menggunakan celana pendek boleh masuk ke ruang Buffe Hotel, sementara yang berpakaian rapih tidak boleh? Lontarnya.

Ia pun meminta kepada pemerintah DKI Jakarta dan dinas terkait untuk bisa menegur dan merubah prosedur yang diskriminatif tersebut.

"Saya harap Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Dinas pariwisata menegur manajemen Hotel dan merubah aturan Diskriminatif yang melukai identitas Nasional kita" pungkas Ustadz Fahmi. (bilal/arrahmah.com)

Sumber : Arrahmah.com

Jumat, 06 Juli 2012

Allahu Akbar! Mujahidin Taliban Afghan tembak jatuh pesawat pembawa pasokan AS-NATO di Paktia

Allahu Akbar! Mujahidin Taliban Afghan tembak jatuh pesawat pembawa pasokan AS-NATO di Paktia

Siraaj

Sabtu, 7 Juli 2012 07:03:44

PAKTIA (Arrahmah.com) - Bukan rahasia bahwa pasukan salibis AS-NATO mengirim pasokan bagi tentaranya di Afghanistan dengan menggunakan pesawat besar. Kamis (5/7/2012), Mujahidin Imarah Islam Afghanistan menembak jatuh pesawat pembawa pasokan bagi salibis itu.

Pesawat besar itu terlihat terbang dari kamp salibis AS, namun di perjalananan, di distrik Sarubi pesawat naas itu ditembak jatuh Mujahidin dengan senjata mesin berat hingga akhirnya jatuh ke distrik Gayan di provinsi Paktia.

Tadinya, pesawat musuh itu mencoba kembali ke kamp ketika mendapat tembakan dari Mujahidin, namun tak lama pesawat terbakar dan jatuh di distrik tersebut, menewaskan semua awak kapal dan tentara yang berada di dalamnya. Pesawat nampaknya meledak karena Mujahidin melaporkan bahwa pesawat itu hancur menjadi abu bersama isinya.

Hari sebelumnya, Mujahidin juga menembak jatuh pesawat milik musuh, serangan yang menjatuhkan Chinook milik AS-NATO yang menewaskan 22 tentara salib di tempat. Tentunya, penembakan pesawat-pesawat milik musuh oleh Mujahidin, kian menambah kerugian bagi pihak militer salibis, Allahu Akbar. 

(siraaj/arrahmah.com)

Baca Juga:
  • Alhamdulillah, Mujahidin tembak jatuh helikopter salibis di Paktia, 22 salibis AS-NATO tewas
Sumber : Arrahmah.com

Nasehat untuk hati: Derita abadi karena dengki

Nasehat untuk hati: Derita abadi karena dengki

Saif Al Battar

Jum'at, 6 Juli 2012 22:24:24

(Arrahmah.com) - Gelang di tangan orang yang hendak dirampas tidak dapat, cincin di jari sendiri terlucut hilang. Begitulah peribahasa Melayu menggambarkan keadaan orang yang menyimpan rasa dengki. Harapan ingin mendapatkan milik orang tak didapatkan, namun sesuatu yang menjadi milik sendiri dikorbankan. Karena sejatinya pendengki selalu rugi, tak ada keuntungan sedikitpun bagi pendengki. Bahkan, gambaran peribahasa tersebut belum cukup menggambarkan total kerugian orang yang dialami orang yang terjangkiti penyakit dengki.

Derita Para Pendengki

Tak ada yang lebih patut dikasihani melebihi orang yang menderita penyakit dengki. Jika umumnya manusia berpikir dan berbuat untuk sesuatu yang menguntungkan dirinya, atau sekedar menyenangkan hatinya, tidak demikian halnya dengan pendengki. Tak ada keuntungan sedikitpun yang dihasilkan pendengki. Tak ada pula kesenangan hati yang dipanen oleh orang yang hasud.

Kerisauan hati yang tak putus-putus, dialami oleh pendengki saat melihat orang lain mendapat nikmat. Semakin banyak nikmat disandang orang lain, makin menguat gelisah hati pendengki. Ini tidak akan berakhir hingga nikmat tersebut hilang dari orang yang didengki, bahkan terkadang belum terobati juga rasa dengki itu sebelum orang yang didengki tertimpa banyak kerugian. Dari sini kita tahu, betapa jahat seorang pendengki, ia tidak rela melihat orang lain bahagia, sebaliknya ia bersuka cita melihat orang lain bergelimang lara. Allah Ta'ala menggambarkan sikap dengki ini dalam firmanNya, "Bila kamu memperoleh kebaikan, maka hal itu menyedihkan mereka, dan kalau kamu ditimpa kesusahan maka mereka girang karenanya." (QS. Ali Imran: 120)

Berbeda dengan kesedihan atau musibah yang dialami oleh orang yang bersabar, kegalauan yang terus menerus dirasakan oleh pendengki adalah musibah berat yang sama sekali tidak mendatangkan pahala, bahkan berpotensi menggerogoti kebaikan, sebagaimana api melalap kayu bakar yang telah kering.

Nabi SAW bersabda, "Hindarilah oleh kalian hasad, karena hasad bisa memakan kebaikan sebagaimana api melalap kayu bakar." (HR Abu Dawud)

Maksud memakan kebaikan adalah menghilangkannya, membakarnya dan menghapus pengaruhnya, seperti yag disebutkan dalam Kitab Faidlul Qadiir. Ini juga menunjukkan bahwa kebaikan itu bisa sirna dalam sekejap jika terbakar oleh kedengkian. Makin besar api kedengkian, makin cepat melalap habis kebaikan. Al-Manawi di dalam at-Taisir bi Syarhi al-Jami'is Shaghir menjelaskan sebab dihilangkannya kebaikan pendengki adalah, "karena orang yang dengki itu berarti menganggap Allah Ta'ala jahil, tidak bisa memberikan sesuatu sesuai dengan proporsinya." Ia menganggap Allah salah dalam mengalamatkan nikmat dan karunia. Seakan ia lebih tahu dari Allah tentang siapa yang lebih layak untuk mendapatkannya. Sehingga layaklah pendengki dihilangkan kebaikan-kebaikannya. Sungguh rugi para pendengki, selalu risau di dunia, terancam bangkrut di akhirat.

Membahayakan Diri dan Orang Lain

Efek kedengkian semakin parah ketika pendengki berambisi melampiaskan kedengkiannya. Makin kuat kedengkian dan ambisi melampiaskan, makin besar pula dosa dan bahaya yang ditimbulkan. Baik mengenai diri sendiri, maupun orang lain. Bahkan dosa pertama yang dilakukan oleh iblis disebabkan oleh dengki. Dia menganggap dirinya lebih layak mendapat penghormatan daripada Adam. Karenanya, Iblis berani menentang perintah Allah yang menyuruhnya bersujud. Jadilah iblis sebagai makhluk yang terkutuk, dan dipastikan bakal menempati neraka selamanya. Kedengkian berlanjut, Iblis berusaha dan akhirnya berhasil menggelincirkan Adam. Belum puas, Iblis bersumpah untuk menggoda dan menyesatkan semua keturunan Adam selagi mampu. Dari sini lahirlah segala bentuk kemaksiatan dan dosa yang merupakan syi'ar Iblis dan siasatnya untuk menjerumuskan anak Adam. Sekali lagi, ini bermula dari hasad. Maka hendaknya orang yang menaruh kedengkiannya kepada saudaranya segera menyudahi, sebelum melahirkan seg ala bentuk dosa yang belum terbayangkan sebelumnya.

Pembunuhan pertama yang terjadi di jagad raya yang dilakukan oleh Qabil terhadap Habil juga disebabkan oleh dengki. Qabil tak bisa menerima kenyataan atas nikmat yang dianugerahkan Allah kepada Habil, saudara kembarnya. Dari sebab yang sepele ini, ketika dipicu oleh dengki, akhirnya berujung kepada pembunuhan yang dilakukan Qabil terhadap saudaranya.

Dan memang, umumnya kedengkian tertuju kepada orang-orang terdekat, saudara, keluarga, teman sejawat, tetangga dan orang-orang yang memiliki ikatan tertentu dengannya. Sebab rasa dengki itu timbul karena saling ingin mendapatkan satu tujuan. Dan itu tak akan terjadi pada orang-orang yang saling berjauhan, karena pada keduanya tidak ada kepentingan yang mengikat satu sama lain.

Bila Hati Bersih dari Rasa Dengki

Kedengkian bermuara dari hubbud dunya, gandrung terhadap dunia. Baik berupa gila tahta sehingga ia dengki terhadap siapapun yang sedang memegang suatu posisi jabatan yang diinginkan. Atau karena ta'azzuz, gila hormat dan merasa diri lebih mulia. Ia keberatan bila ada orang lain lebih dihormati dari dirinya.

Bagi orang yang memiliki orientasi akhirat, juga ingin damai hatinya di dunia, tentu rasa dengki di hati segera dicampakkannya. Karena tak ada untungnya hati mendengki. Jika ternyata yang kita dengki akhirnya masuk jannah, maka bagaimana mungkin kita sakit hati dan dengki kepada orang yang ternyata menjadi penghuni jannah. Jika ternyata yang didengki masuk neraka, buat apa kita kita iri atas nikmat yang disandang oleh orang yang berakhir dengan pendertaan selamanya. Seperti yang diungkapkan oleh Muhammad bin Sirin, "Apa untungnya saya mendengki orang atas sesuatu dari nikmat dunia, jika ia ahli jannah, maka bagaimana saya akan mendengkinya padahal ia ahli jannah? dan jika ia ahli neraka maka untuk apa dengki terhadap orang yang bakal masuk neraka?"

Bersihnya hati dari rasa dengki juga menjadi andalan amal Saad bin Abi Waqas, sehingga dijanjikan Nabi masuk jannah.

Sahabat Anas bin Malik RDL bercerita, Ketika kami sedang bermajlis bersama Nabi SAW, tiba-tiba belia bersabda, "Sekarang, akan muncul di tengah-tengah kalian salah seorang penghuni jannah." Tak lama kemudian, seorang Sahabat Anshar di hadapan para sahabat dengan kondisi jenggotnya mengalirkan air bekas wudhunya, kejadian itu terjadi sampai tiga hari. Pada hari ketiga, ia diikuti oleh Abdullah bin Umar ke rumahnya, dengan maksud untuk mengetahui kelebihan amal yang dilakukan orang itu. Akan tetapi Abdullah bin Umar tidak mendapatkan sesuatu yang istimewa pada amalan orang itu.Karena penasaran, beliau bertanya tentang amalan yang menjadi unggulannya. Sahabat Anshar itu menjawab, "Saya tidak memiliki kelebihan apa-apa selain yang kamu lihat. Hanya saja, tidak ada dalam hatiku rasa dendam terhadap sesama muslim dan tidak punya rasa iri (hasad) terhadap sesuatu yang Allah telah berikan kepadanya."

Allah juga memuji kelebihan sahabat Anshar yang tidak mendengki atas kaum Muhajirin yang mendapatkan banyak keistimewaan,

"Dan mereka (Anshar) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan." (QS. Al-Hasyr 9)

Para ulama ahli tafsir menjelaskan, yang dimaksud dengan,

Yakni, tidak terdapat dalam hati mereka rasa iri dan dengki atas nikmat Allah yang telah diberikan kepada kaum muhajirin, berupa kedudukan, tingkatan, dan penyebutan yang mendahulukan Muhajirin ketimbang penyebutan Anshar.

Ya Allah jagalah hati kami dari sifat iri dan dengki. Amien.

Oleh:  Abu Umar Abdillah - http://www.arrisalah.net

(saif/arrahmah.com) 

Baca Juga:
  • Biasakan membaca Al-Qur’an di masjid setiap hari, walau beberapa ayat
  • Syaikh Abdullah Azzam (rahimahullah): "Dakwah dan pengorbanan"
  • Tausiyah Ust. Abu M. Jibriel: "Menista dan menolak Syari’ah menuai musibah dan bencana"
Sumber : Arrahmah.com

SMAN 2 Denpasar larang siswi Muslimah berkerudung

SMAN 2 Denpasar larang siswi Muslimah berkerudung

Bilal

Jum'at, 6 Juli 2012 15:16:37

DENPASAR (Arrahmah.com) - Coba perhatikan, adakah seorang saja siswi SMA 2 Denpasar mengenakan kerudung? Tidak. Itu bukan berarti tidak ada siswi Muslimahnya. Berdasarkan penelusuran, di sana ada aturan tidak tertulis yang melarang siswi Muslimah berkerudung.

Setiap Muslimah yang nekad berkerudung pastilah didamprat oleh kepala sekolah, seperti yang dialami seorang siswi kelas 2 yang ingin menjalankan perintah Tuhannya dengan mengenakan kerudung baru-baru ini.

"Ini bukan sekolah Islam tapi sekolah negeri!" ujar salah seorang saksi mata seperti dirilis Media Umat,  yang tidak mau disebut identitasnya menirukan hardikan Kepala Sekolah Ketut Sunarta, Jum'at (15/6) di SMAN  2 Denpasar.

SMAN 2 Denpasar setidaknya sudah melarang empat siswinya yang ingin menjalankan keyakinannya untuk menutup aurat. "Kasus jilbab (kerudung, red) ini bukan yang pertama, yang saya tahu sebagai saksi hidup, perkara ini sudah yang keempat," ungkapnya.

Dua siswa SMAN 2 Denpasar lainnya pun menyatakan pula hal senada. (bilal/arrahmah.com)

Sumber : Arrahmah.com

Kamis, 05 Juli 2012

Menlu Irak: Kami memiliki informasi yang solid bahwa anggota al-Qaeda pergi ke Suriah

Menlu Irak: Kami memiliki informasi yang solid bahwa anggota al-Qaeda pergi ke Suriah

Siraaj

Jum'at, 6 Juli 2012 09:35:25

IRAK (Arrahmah.com) - Mujahidin al-Qaeda dilaporkan telah menyeberang dari Irak ke Suriah untuk melakukan serangan dan telah mengirim bala bantuan ke perbatasan, menurut menteri luar negeri (Menlu) Irak pada Kamis (5/7/2012).

Hoshiya Zebari mengatakan bahwa para petugas operasional al-Qaeda nampak bergerak melalui rute penyelundupan tua dengan membawa senjata.

"Kami memiliki informasi dan intelijen yang solid bahwa para anggota jaringan 'teroris' al-Qaeda telah pergi ke arah lain, ke Suriah, untuk membantu, untuk melakukan serangan 'teroris'," kata Zebari kepada sebuah konferensi pers di Baghdad, dilansir Alarabiya.

Irak telah memperkuat keamanan di sepanjang 680 km perbatasan gurun dengan Suriah, sehingga perbatasan Irak yang paling dijaga ketat, kata Zebari, dikutip Reuters.

Zebari juga mengatakan bahwa Mujahidin al-Qaeda melakukan komunikasi melalui jaringan bawah tanah dengan jaringan "militan" bawah tanah.

Sementara itu, menurut Zebari, bahwa peralihan kekuasaan seperti yang dilakukan mantan diktator Yaman Ali Abdullah Saleh tidak akan terjadi karena Bashar Assad akan menolak untuk mundur.

"Secara pribadi, saya rasa model Yaman tidak akan berhasil di Suriah. Di Yaman, ada para pendukung model demikian, tetapi ini tidak terjadi di Suriah," kata Zebari kepada wartawan, dikutip AFP.

"Saya tidak berpikir presiden Suriah akan dengan mudah menyerahkan kekuasaan  meskipun tekanan meningkat," katanya. (siraaj/arrahmah.com)

Sumber : Arrahmah.com

Kisahku diperlakukan kejam oleh polisi Belgia

Kisahku diperlakukan kejam oleh polisi Belgia

Siraaj

Kamis, 5 Juli 2012 16:08:19

Arrahmah.com -  Pada (31/5/2012) di Belgia, seorang Muslimah ditangkap oleh polisi karena memakai niqab (cadar), Muslimah itu tiba-tiba didatangi oleh polisi dan dan diminta untuk membuka cadarnya untuk pemeriksaan identitas, namun setelah pemeriksaan identitas, polisi tetap memaksa Muslimah itu untuk dibawa ke kantor polisi. Di kantor polisi, ia dicaci maki, pakaiannya dirobek-robek, dan dipukuli hingga ia mengalami gegar otak dan luka-luka yang mengharuskan ia dirawat di rumah sakit.

Berikut ini ia menceritakan fakta bagaimana insiden itu terjadi hingga ia harus dibawa ke gawat darurat. Diterjemahkan dari video dan transkrip yang dipublikasikan oleh Izharudeen.com.

Cerita berikut mungkin hanya satu dari sekian kasus diskriminasi dan kekejaman yang terjadi di Eropa terhadap saudari-saudari kita yang memakai niqab.

***

Bissmillahirrahmanirrahiim

Semoga salam dan keberkahan tercurah kepada mereka yang mengikuti kebenaran.

Saya adalah Stephanie Djato, saya seorang gadis muda yang diserang pada saat pemeriksaan identitas oleh polisi Molenbeek, saya seorang Muslimah yang telah masuk Islam empat tahun lalu. Dan sekarang saya memakai niqab selama hampir 4 tahun. Dan selama itu saya tidak pernah menemukan masalah karena niqab ini hingga pada hari di tanggal 31 Mei 2012.

Jadi, saya akan memberikan fakta berdasarkan versi saya. Sebelum saya memulainya, izinkan saya mengatakan bahwa saya tidak menyeru untuk kebencian atau apapun. Video ini, hanyalah dibuat dengan tujuan untuk mengklarifikasi masalah sebenarnya dan untuk memberitahu kebenarannya, karena semua yang disebarkan oleh orang-orang sejauh ini hanyalah kebohongan.

Jadi, pada hari Kamis pagi itu pada 31 Mei 2012, saya duduk di deretan trem di Jette dan bukan Molenbeek seperti yang media klaim. Saya sedang menunggu trem (transportasi umum listrik â€"red) menuju rumah sakit di mana saya punya janji pada jam 12. Sebuah janji yang cukup penting. Kemudian datanglah 2 petugas polisi menghampiri saya dan meminta saya untuk menunjukkan kartu identitas (ID) saya. Saya langsung bekerjasama dan saya telah memberikan ID saya tanpa membuat masalah apapun. Kemudian mereka bertanya apakah saya mau melepaskan niqab saya sehingga mereka dapat mengidentifikasi saya.

Saya jawab, itu bukan masalah, tetapi setelah pemeriksaan ID saya akan menutup wajah saya kembali. Pernyataan saya membuat marah para petugas polisi itu. Mereka mengatakan bahwa hukum melarang burqa dan bahwa saya tidak memiliki hak untuk memakai burqa saya kembali setelah pemeriksaan ID dilakukan. Tentu saja saya menolaknya. Kemudian saya menjelaskan kepada mereka bahwa ini bukan pertama kalinya saya menjadi sasaran pemeriksaan ID semacam ini oleh polisi dan polisi tidak pernah meminta saya untuk melepaskan niqab saya lagi setelah pemeriksaan selesai. Umumnya, sebuah pemeriksaan ID berlangsung dengan mudah, pada pemeriksaan ID lalu, saya memberikan ID saya, saya menunjukkan wajah saya kepada polisi dan mereka mengidentifikasi saya dan mereka membiarkan saya pergi tanpa masalah, tetapi tentu saja dengan denda yang selalu saya bayar setelah itu.

Tetapi pada 31 Mei itu, tidak berlangsung sebagaimana pemeriksaan ID sebelumnya, hal itu benar-benar berlangsung salah. Alasannya mengapa, saya tidak tahu. Setelah saya menolak untuk melepaskan niqab saya secara permanen setelah pemeriksaan ID, mereka menawarkan, sebenarnya mereka bukan menawarkan kepada saya tetapi mereka telah memaksa saya untuk masuk ke dalam mobil untuk membawa saya ke kantor polisi. Saya masuk ke dalam mobil tanpa membuat masalah apapun, saya bangkit dari tempat pemberhentian dan telah mengikuti mereka masuk ke dalam mobil dan saya dibawa di dalam mobil.

Saat itu di mobil saya ingin mengambil telepon saya untuk memberitahu rumah sakit bahwa saya tidak akan tepat waktu mengenai janji saya karena saya terlambat, telah pukul 11:30 dan saya punya janji pukul 12, jadi saya sadar pasti bahwa saya terlambat satu jam.

Polisi wanita yang berada di kursi belakang bersama saya berusaha menarik telepon saya. Dia mengatakan bahwa saya telah dicabut dari kebebasan saya dan bahwa saya tidak punya hak untuk menelepon. Terkait ini maka saya menjawab bahwa saya punya pertemuan yang sangat penting, saya tidak bisa melewatkan janji ini dan biarkan saya untuk memberitahu mereka dan meminta apakah ada kemungkinan saya bisa datang kemudian setelah pemeriksaan ID ini selesai. Petugas polisi itu kemudian menjawab: "Dengarkan, tidak perlu kau memberitahu mereka bahwa kau akan terlambat hari ini karena kau sedang tidak pergi ke rumah sakit. Kau akan berada selama 24 jam di sel penjara!."

Maka saya menjawab:  "Apakah ini sebuah ancaman?", dia menjawab:  "Tidak, sama sekali tidak. Tetapi kami akan mengajarimu sebuah pelajaran jadi kau belajar untuk menghormati hukum!."

Kalian harus tahu bahwa di sana telah terjadi ancaman, hinaan, komentar-komentar rasis ditujukan langsung kepada keimanan saya, niqab saya…

Tetapi di dalam mobil tidak ada kekerasan. Saya ingin menekankan, karena para jurnalis mengatakan bahwa polisi telah menyerang saya pada saat awal pemeriksaan ID, ini tidak benar. Sehingga pada poin ini tidak ada kekerasan, tidak dari pihak saya atau dari pihak mereka.

Ketika tiba di kantor polisi, mereka menempatkan saya di sebuah ruangan, itu bukan sebuah kantor, itu seperti ruang penyimpanan. Di sana mereka menginggalkan saya dengan keberadaan 3 wanita yang mengintimidasi dan mencaci saya, dan lain-lain. Mereka meminta saya melepaskan cadar saya, setidaknya ini yang saya pahami dari pertanyaan mereka, mereka menjawab: "ini bukan apa yang kami maksud. Maksud kami adalah semuanya. Apa yang menutupi wajahmu, rambut dan tubuhmu kau harus lepaskan. Kau harus melepaskan semuanya!." Maka saya menolak karena saya tidak mengerti mengapa saya harus menanggalkan pakaian sepenuhnya untuk sebuah pemeriksaan ID. Saya mendapati bahwa ini adalah sebuah ketidakadilan besar dan penghinaan jadi saya menolaknya. Kemudian mereka mulai mencaci saya, mereka mengatakan bahwa kita tidak sedang berada di dalam sebuah sirkus, lepaskan kostum itu, dan segala pernyataan yang menyerang,…

Saya tetap teguh, saya tidak ingin diri saya sendiri menanggalkan pakaian di hadapan siapapun dan pastinya tidak di hadapan wanita non-Muslim. Ini hal yang tidak terpikirkan oleh saya. Kemudian saya berkata dengan jelas bahwa saya tidak akan sepenuhnya melepaskan niqab saya, saya tunjukkan wajah saya, kalian dapat mengidentifikasi saya dan saya tidak akan menanggalkan pakaian. Kemudian mereka berkata, jika kau tidak ingin menanggalkan pakaian sendiri secara rela kami akan memaksamu untuk menanggalkan pakaian.

Pada saat itu seorang petugas polisi melompat ke belakang saya, memegang tangan saya di balik punggung saya untuk menahan. Dan dua lainnya menghampiri saya untuk memaksa saya melepaskan jilbab saya. Karena itu adalah jilbab yang panjang dengan kancing dan ikatan, mereka mendapatkan kesulitan untuk melepaskannya. Saya melawan atas penanggalan pakaian ini dan mereka menendang saya, dan memukul perut saya dan sedikit ke semua bagian.

Pada saat yang sama dia berusaha untuk merobek jilbab saya. Para wanita yang mengalami kesulitan untuk melepaskan jilbab saya kemudian memanggil bantuan laki-laki untuk datang untuk menolong mereka. Ketika para pria itu datang, mereka tiba-tiba mulai memukuli saya sedikit di semua bagian di tubuh saya. Mereka terus menarik jilbab saya yang mereka lakukan di sebagian besar bagian tetapi masih menempel di leher dan pergelangan tangan saya. Pada saat itu mereka meminta bantuan pria ketiga yang disuruh untuk membawa gunting. Mereka mendorong saya ke lantai dan petugas pria duduk di bokong saya dan ia mulai menggunting baju saya. Jilbab saya, niqab dan pakaian dalam.

Jadi saya berada di lantai dengan polisi di punggung saya yang merobek baju saya dengan gunting dan sisanya dengan tangannya. Sementara itu, saya ditendang lagi di wajah saya dan dipukul di tubuh saya oleh dua polisi yang berdiri di samping saya. Ada tendangan yang menyebabkan saya gegar otak. Gegar otak saya benar-benar disebabkan oleh tendangan-tendangan ke kepala saya. Ketika saya berbaring di lantai, dia (polisi wanita) membenturkan kepala saya ke ubin lantai. Pada saat itu, seorang polisi laki-laki datang dan dia memborgol tangan saya. Dengan tangan saya di belakang punggun saya.

Rambut saya diikat dalam simpul, dia menarik karet gelang dari rambut saya dan dia menarik saya dengan rambut saya dan menempatkan saya di kaki saya. Dia menarik rambut saya dan borgol saya, dan saya duduk dengan kedua lutut saya. Kemudian salah satu polisi yang berada di depan saya dan memukuli saya pada wajah, saya berusaha untuk membela diri dan terus-menerus mengalihkan wajah saya dari pukulan petugas polisi. Kepala saya tiba-tiba menghantam kepalanya yang menyebabkan petugas polisi itu patah hidungnya.

Saya ingin mengklarifikasi bahwa ini bukan niat saya, ini terjadi pada saat perkelahian di mana semua agen itu memukuli saya dan saya ingin mempertahankan diri saya dari pukulan-pukulan mereka, dan pastinya terhadap wajah saya, karena pukulan dan tendangan keras tiba di kepala saya. Kemudian kepala saya menghantam hidung petugas polisi wanita itu.

Ketika dia mendapatkan tandukan kepala dia marah besar. Itu saatnya polisi benar-benar menjadi liar dan mereka melemparkan saya kembali ke lantai dan mulai menanggalkan pakaian saya sepenuhnya, mereka mulai menggunting pakaian dalam saya dan melepas celana panjang saya. Saya menjadi telanjang. Seorang pria duduk di atas saya dan mengatakan: "Kami akan menunjukkan kepadamu hal-hal yang lebih buruk dari Guantanamo!," dia berkata: "Ini lebih buruk daripada Guantanamo," dan mereka mulai tertawa. Mereka menyakiti saya, seorang Muslimah, Islam…

Di sana ada beberapa bagian kecil kain yang tergantung di leher saya, pria yang duduk di atas saya menariknya kembali, dia mencekik saya dengan potongan niqab saya.

Saya mendapatkan kesan bahwa saya sedang sekarat, saya lemas, saya tidak dapat bernafas, saya gemetar dan mata saya memutar ke belakang (atas), saya panik. Saya pikir saya akan mati. Saya menjerit dalam kepanikan, gelisah, saya sangat stress, saya berteriak: "Hentikan, tolong hentikan, saya akan melakukan apa yang kalian inginkan, tetapi tolong hentikan, hentikan penyiksaan ini saya akan melakukan apa yang kalian inginkan, kalian mau membunuh saya!".

Kemudian mereka menjawab: "Kau bisa mati!" dan kemudian mereka menghina saya, mereka mengatakan hal-hal yang tidak dapat disebutkan. Pada saat itu, saya menerima banyak sekali pukulan, saya pingsan di lantai, saya tidak dapat bergerak, dan saya berteriak sangat banyak sehingga saya tidak bisa berteriak lagi. Kemudian saya mengingat kata-kata terakhir yang saya dapat katakan, itu adalah do'a yang mana saya memohon kepada Allah untuk mematahkan punggung mereka, dan untuk menghukum mereka atas semua ketidakadilan yang mereka lakukan terhadap saya. Ketika dia (polisi wanita) mendengarnya, mereka benar-benar membantai saya, mereka tidak tahan dengan kata-kata itu, namun saya bersumpah bahwa saya tidak menyinggung. Dan saya memohon sebelumnya untuk berhenti menyerang saya. Mereka telah memukuli saya sangat sampai-sampai saya tidak dapat bicara dan bergerak.

Ketika mereka menyadari bahwa mereka telah terlalu jauh dan mereka mengambil celana panjang saya kembali dan mereka menutupi saya pada bagian atas. Mereka menyeret saya sehingga saya dapat bangun dan mereka menyeret saya ke departemen polisi di depan semua rekan mereka. Rekan-rekan mereka itu bertanya, "Siapa ini?", polisi berkata: "Ini adalah seorang burqa, ini adalah seorang burqa!." Bagi saya ini adalah penghinaan tiga kali lipat karena saya setengah telanjang dan ini adalah penghinaan besar terhadap saya, karena saya merasakan bagaiamana setiap orang memandang saya, saya merasa kotor dengan mata-mata mereka yang fokus terhadap tubuh saya, ini adalah penghinaan bagi saya.

Mereka mengarak saya selama 5 menit atau lebih di seluruh kantor polisi. Dan mereka memekik: "Lihatlah, lihatlah ini seorang burqa (gadis berpakaian burqa â€"red)!."

Dan sampai akhir, mereka melemparkan saya di dalam sebuah sel selama 2 jam. Saya mereka sangat mual, saya mendapatkan masalah, saya mulai bergetar dan mulai muntah dan terus muntah, saya sangat sakit. Setelah itu mereka terpaksa untuk memanggil seorang dokter. Mereka tiba-tiba mengirim saya ke UGD. Saya sekarang akan bercerita bagaimana mereka membawa saya dari kantor polisi ke UGD.

Beberapa rumor merebak bahwa saya meninggalkan di kantor polisi dalam keadaan telanjang, beberapa mengatakan bahwa saya benar-benar tertutup dengan jilbab saya ketika saya meninggalkan kantor polisi, ini setidaknya apa yang polisi klaim.

Ini sungguh tidak benar. Apa yang terjadi, saya akan jelaskan. Ketika mereka menarik saya keluar dari penjara, dan mereka mengatakan saya akan dibawa ke rumah sakit, saya meminta mereka untuk memberikan kembali jilbab saya sehingga saya dapat meninggalkan kantor polisi dengan kain penutup. Ketika saya berusaha untuk menutupi diri saya saya melihat jilbab saya telah robek jadi saya tidak dapat memakainya kembali. Kemudian saya mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak akan meninggalkan kantor polisi dengan keadaan setengah telanjang. Lalu saya meminta apakah saya dapat menelepon seseorang, seseorang yang dapat memberi saya pakaian untuk menutupi tubuh saya, sebuah jilbab. Saya kemudian menelepon seseorang dan orang itu berkata bahwa dia akan berada di sana (kantor polisi) dalam satu jam. Orang itu meminta polisi untuk menunggu. Polisi itu kemudian menjawab bahwa mereka tidak punya waktu untuk menunggu. Dan dia memintanya untuk mengirim ke rumah sakit.

Kemudian mereka membawa saya ke luar kantor polisi dengan setengah telanjang, hanya dengan celana panjang dan atasan kecil, tanpa pakaian dalam. Saya tidak memiliki rompi, tidak juga jilbab atau apapun. Mereka membawa saya seperti itu ke UGD. Sementara polisi berharap untuk pernyataan dari dokter bahwa saya dapat meninggalkan rumah sakit untuk kembali ke sel, meskipun kondisi medis saya. Dokter menolaknya. Setelah beberapa pemeriksaan, dokter menemukan bahwa saya mengalami gegar otak dan luka-luka.

Dokter telah memiliki beberapa daftar dan juga laporan yang disusun. Sehingga bagi mereka yang mengatakan apa yang saya katakan, saya memiliki bukti-bukti laporan yang membenarkan apa yang saya katakan dan saya memiliki semua dokumennya.

Jadi saya pikir, saya telah menceritakan semuanya, kebenaran, versi sebenarnya dari fakta-fakta. Tentu saya menceritakan semuanya pada umumnya saja tanpa terlalu rinci. Hal terpenting yang perlu kalian ketahui. Saya menekankan bahwa saya merekam video ini semata-mata dengan tujuan untuk menceritakan kebenaran kepada semua orang. Orang-orang Muslim, non-Muslim, saya mengklarifikasi bahwa saya tidak menyeru untuk kebencian. Saya berharap cerita ini akan mengakhiri kebohongan, dan kebenaran yang berlaku.

(muslimahzone.com/arrahmah.com))

Baca Juga:
  • Kisah masuk Islam seorang mantan perwira polisi AS di Detroit
  • Wanita Muslim versus Wanita Barat
  • Kisah nyata: Su'ul khatimah (akhir yang buruk) wanita yang tak pernah shalat, mati saat sedang berdandan
  • Wanita nashrani itu menangis mendengar baca’an qur’an Sayyid Quthb
Sumber : Arrahmah.com

Rabu, 04 Juli 2012

Pasukan zionis menangkap 265 warga Palestina selama bulan Juni

Pasukan zionis menangkap 265 warga Palestina selama bulan Juni

Siraaj

Kamis, 5 Juli 2012 09:39:27

PALESTINA (Arrahmah.com) - Pasukan zionis Israel (IOF) menangkap 265 warga Palestina di berbagai daerah Tepi Barat dan Jalur Gaza selama bulan Juni 2012, berdasarkan laporan Yayasan Tadamun untuk Hak Asasi Manusia pada Selasa (3/7/2012).

Ahmad Tobasi, seorang pengamat di Yayasan itu, mengatakan sebagian penangkapan dilakukan di rumah-rumah warga, ia mencatat bahwa tiga perempuan, termasuk dua perempuan bersaudara yang kembali dari Ukraina setelah menyelesaikan studi mereka, dan 38 anak-anak termasuk di antara para tahanan.

Ia juga mengatakan bahwa para jurnalis, politikus dan tokoh-tokoh nasional, mantan tahanan dan para pegawai di institusi nasional dan keagamaan serta para nelayan dari Gaza juga termasuk mereka yang kini ditahan.

Tobasi mengungkapkan bahwa seorang pria Muslim bernama Muhammad al-Daghamin (95) ditangkap dari rumahnya di desa Samu, al-Khalil, tanpa pertimbangan usianya yang telah tua.

Para pengamat juga mengutuk tindakan rasis IOF terhadap rakyat Palestina dan pelanggaran terhadap para tahanan baik pada saat ditangkap baik pada saat di penjara.

Sementara laporan terpisah dari asosiasi tahanan Palestina mengatakan bahwa di al-Khalil saja sebanyak 100 warga Palestina telah ditangkap selama bulan lalu.

Mereka mengecam tentara IOF karena menggunakan granat kejut dalam membobol rumah-rumah yang ditargetkan dan kemudian melepaskan anjing-anjing pelacak ke dalamnya, dan mereka mencatat bahwa penangkapan itu juga menargetkan orang-orang yang sedang sakit seperti 11 orang yang ditangkap dalam keadaan menderita berbagai penyakit. (siraaj/arrahmah.com)

Sumber : Arrahmah.com

Assad tuduh Turki membantu teroris Suriah dan tuduh bermuka dua

Assad tuduh Turki membantu teroris Suriah dan tuduh bermuka dua

Althaf

Kamis, 5 Juli 2012 00:36:01

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Presiden Suriah, Bashar Al Assad, menuduh Turki memberikan bantuan logistik bagi 'teroris' Suriah dan meminta bahwa Ankara berhenti mencampuri urusan negaranya, seperti dikutip dari hasil wawancara yang dipublikasikan hari Rabu (4/7/2012).

Assad juga menuduh Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, bermuka dua karena menjalankan agenda sektarian di wilayah regionalnya.

"Dengan keinginannya dari awal untuk ikut campur dalam urusan internal kami, pada periode berikutnya ia telah membuat Turki berpesta untuk semua tindakan berdarah di Suriah," seperti dikutip harian Jumhuriyet dari ucapan Assad.

"Turki telah memberikan segala macam dukungan logistik untuk para teroris yang membunuh rakyat kami," kata Assad dalam bagian kedua dari wawancara yang diterbitkan Rabu (4/7).

Berbicara kepada surat kabar Turki lainnya, Vatan, dalam perjalanan kembali dari Mesir pada hari Selasa (3/7), Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, menolak komentar Assad dan menyatakannya sebagai kebohongan.

Presiden Suriah menambahkan bahwa seluruh dunia Arab telah berubah pandangannya tentang perdana menteri Turki dan mempertanyakan keandalannya.

Berbicara mengenai penembakan jet tempur Turki beberapa waktu lalu, ia mengatakan pesawat itu terbang pada ketinggian yang rendah dan dalam koridor udara yang digunakan di masa lalu oleh pesawat Israel yang menyerang Suriah.

Dia juga bersikeras pesawat itu di wilayah udara Suriah, dan bukan wilayah udara internasional seperti diklaim Ankara. (althaf/arrahmah.com)

Baca Juga:
  • Tentara Kebebasan Suriah hancurkan dua bandara militer di Hamah dan Alepo
  • Pemberontak Suriah memboikot pembicaraan Kairo
Sumber : Arrahmah.com

Kisah nyata: Su'ul khatimah (akhir yang buruk) wanita yang tak pernah shalat, mati saat sedang berdandan

Kisah nyata: Su'ul khatimah (akhir yang buruk) wanita yang tak pernah shalat, mati saat sedang berdandan

Saif Al Battar

Rabu, 4 Juli 2012 23:06:52

(Arrahmah.com) - Temanku berkata kepadaku, "Ketika perang teluk berlangsung, aku sedang berada di Mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang meninggal. Aku pergi ke pekuburan dan aku menunggu di tempat memandikan mayat.

Di sana aku melihat empat wanita berhijab bergegas meninggalkan tempat memandikan mayat tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena memang bukan urusanku. Beberapa menit kemudian wanita yang memandikan mayat keluar dan memintaku agar menolongnya memandikan mayat tersebut. Aku katakan kepadanya, 'Ini tidak boleh, karena tidak halal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita.' Tetapi ia mengemukakan alasannya bahwa jenazah wanita yang satu ini sangat besar.

Kemudian wanita itu kembali masuk dan memandikan mayat tersebut. Setelah selesai dikafankan, ia memanggil kami agar mayat tersebut diusung. Karena jenazah ini terlalu berat, kami berjumlah sebelas orang masuk ke dalam untuk mengangkatnya. Setelah sampai di lubang kuburan (kebiasaan penduduk Mesir membuat pekuburan seperti ruangan lalu dengan menggunakan tangga, mereka menurunkan mayat ke ruangan tersebut dan meletakkannya di dalamnya dengan tidak ditimbun).

Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan tidak sempat kami tangkap kembali hingga aku mendengar dari gemeretak tulangnya yang patah ketika jenazah itu jatuh. Aku melihat ke dalam ternyata kain kafannya sedikit terbuka sehingga terlihat auratnya. Aku segera melompat ke jenazah dan menutup aurat tersebut.

Lalu dengan susah payah aku menyeretnya ke arah kiblat dan aku buka kafan di bagian mukanya. Aku melihat pemandangan yang aneh. Matanya terbe-lalak dan berwarna hitam. Aku menjadi takut dan segera memanjat ke atas dengan tidak menoleh ke belakang lagi.

Setelah sampai di apartemen, aku menghubungi salah seorang anak perempuan jenazah. Ia bersumpah agar aku menceritakan apa yang terjadi saat memasukkan jenazah ke dalam kuburan. Aku berusaha untuk mengelak, namun ia terus mendesakku hingga akhirnya terpaksa harus memberitahukannya. Ia berkata, "Ya Syaikh (panggilan yang sering diucapkan kepada seorang ustadz-red), ketika anda melihat kami bergegas keluar dikarenakan kami melihat wajah ibu kami menghitam, karena ibu kami tidak pernah sekalipun melaksanakan shalat dan meninggal dalam keadaan berdandan."

Kisah nyata ini menegaskan bahwa Allah SWT menghendaki agar sebagian hamba-Nya melihat bekas Su'ul khatimah hamba-Nya yang durhaka agar menjadi pelajaran bagi yang masih hidup. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal.

(Disadur dari: Serial Kisah Teladan karya Muhammad bin Shalih al-Qahthani, Juz 2 seperti yang dinukilnya dari Kisah-Kisah Nyata karya Abdul Hamid Jasim al-Bilaly, Darul Haq)

(saif/arrahmah.com)

Sumber : Arrahmah.com

Bisakah ummat Islam mengandalkan Syi'ah untuk bebaskan al-Quds?

Bisakah ummat Islam mengandalkan Syi'ah untuk bebaskan al-Quds?

Saif Al Battar

Rabu, 4 Juli 2012 13:33:41

Oleh: Fahmi Salim, M.A. (Pemerhati Al-Quds, Wakil Sekjen MIUMI)

Pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini sudah lama menggelayuti pikiran dan perasaan saya. Apalagi sejak tahun 2006, Hizbullah Lebanon berhasil, katanya, mengalahkan mesin perang Israel dan mampu mengusir mereka keluar. Peristiwa perang 33 hari Israel vs Hizbullah dimana Hizbullah keluar sebagai pemenangnya, inilah komoditas dan merek dagang baru jualan Syiah untuk banyak mengelabui umat muslim yang mayoritas mutlak berakidah ahlusunnah wal jamaah.

Jauh sebelumnya memang sudah pernah ada usaha syiah untuk mengeksploitasi isu Palestina ini misalnya dengan fatwa Imam Khomeini, Rahbar Iran, yang menetapkan hari jumat terakhir bulan Ramadhan sebagai Hari Al-Quds Internasional. Namun sepertinya, tidak begitu berpengaruh dan 'ngefek' untuk menarik simpati kaum muslimin sunni untuk melirik akidah syiah.

Baru setelah kisah heroic perlawanan milisi Hizbullah tahun 2006 itulah, terjadi titik balik fitnah tasyayyu di dunia Islam terutama di Syam (Mesir, Suriah, Lebanon dan Yordania) dan Asia Tenggara (Indonesia dan Malaysia). Hanya karena sekali peristiwa perlawanan Syiah terhadap Zionis-Israel, yang sebelumnya selalu bekerjasama menghancurkan perlawanan bangsa Palestina, yang lebih didorong faktor politis untuk menguasai Selatan Lebanon sebagai basis milisi Syiah secara nasional dengan tidak menyatakan kepentingan perang itu demi Palestina.

Dua tokoh syi'ah pembantai kaum muslimin ahlus sunnah, Hasan Nashrullah dan Ahmadinejad

Sekali lagi, hanya karena sekali itu saja, kita lalu dibuat â€"akibat bombardier media massa pro syiah di dunia- buta dan tidak kenal sama sekali kepahlawanan para tokoh-tokoh pejuang sunni yang puluhan ribu gugur untuk membela isu Al-Quds dan Masjidil Aqsha. Nama besar seperti Hasan Al-Banna, Mustafa Siba'I, Ahmad Yassin, Abdul Aziz Rantisi, Yahya Ayyash, dan sederet martir-martir ahlusunnah lenyap sirna seolah tertelan dan tenggelam oleh kehebatan sosok milisi Hizbullah dengan pemimpinnya Hasan Nasrallah.

Waktu itu, saya pun ikut mengagumi Nasrallah, sambil tetap mengenal baik jasa-jasa martir sunni di kepala saya. Sehingga doa selalu kami kirim untuk arwah mereka. Namun tidak sedikit, kawan-kawan saya wartawan media massa sudah termakan jualan syiah ini. Sambil meledek saya, ada yang berkata, mana orang-orang sunni yang seberani Hizbullah dan Ahmadi Nejad menentang dan menantang Israel dan AS? Ya Subhanallah, dia lupa akan nama-nama tadi dan jadi korban media-media syiah yang rajin membombardir kita dengan Hizbullah sehingga kita lupa terhadap jasa para martir ahlusunnah.

Selain faktor media itu dan kondisi memalukan dari sikap politik resmi rejim pemerintahan Negara-negara sunni yang lebih tunduk kepada tekanan AS dan ikut memusuhi Hamas, tidak banyak yang mengetahui bagaimana sebenarnya sikap keimanan syiah terhadap Al-Quds dan Masjidil Aqsha, baik dari kalangan para mufasirnya maupun dari kalangan ulama akidah yang menjadi marja utama kaum syiah di dunia.

Posisi Masjidil Aqsha dalam Literatur Tafsir Syiah

Seorang peneliti masalah-masalah syiah, Thoriq Ahmad Hijazi dalam bukunya yang berjudul"As-Syi'ah wa Al-Masjid Al-Aqsha", telah memaparkan hasil penelitiannya tentang kedudukan Masjidil Aqsha ini di mata ulama dan marja syiah.

Hijazi memaparkan bahwa, hampir semua kitab-kitab tafsir syiah imamiyah ketika menafsirkan ayat Isra Mi'raj yang populer dalam Q.s. Al-Isra: 1, menyatakan bahwa posisi Masjidil Aqsha yang sebenarnya itu adalah di langit atau baytul ma'mur. Ketika dinyatakan bahwa orang awam (ahlusunnah) menganggapnya itu adalah mesjid yang ada di atas bukit di kawasan kota Al-Quds, para ulama syiah menyatakan bahwa Masjid Kufah lebih utama dari Masjidil Aqsha yang dibumi itu. (lihat Tafsir As-Shafi karya Al-Faydh Al-Kasyani vol.3/166; Tafsir Nur Al-Tsaqalain karya Al-Huwaizi vol.3/97; Tafsir Al-'Iyasyi vol.2/302; Tafsir Bayan As-Sa'adah vol.2/431)

Hakikat Masjidil Aqsha yang dinyatakan oleh para mufasir syiah itu juga sama dengan yang diungkapkan oleh ulama marja' syiah di dalam kitab-kitab akidah mereka, yaitu di antaranya: Muhammad Baqir Al-Majlisi dalam Bihar Al-Anwar vol.97/405; Abbas Al-Qummi dalamMuntaha Al-Amal hal.70; Ja'far Al-'Amili dalam As-Sahih min Sirah Ar-Rasul Al-A'zhamvol.3/101; Al-Kulayni dalam kitab Al-Kafi vol.1/481).

Bahkan Al-Hurr Al-Amili dalam kitab Tafshil Wasail Syiah ila Tahsil Masail Al-Syari'ahmenyatakan bahwa hanya ada 3 tempat suci bagi umat Islam (tentu saja syiah maksudnya) yaitu Masjidil Haram di Mekkah, Masjid Nabawi di Madinah dan Masjid Kufah karena ia adalah haram-nya Imam Ali b. Abi Thalib (lihat vol.14/360). Ungkapan Hurr Amili ini didukung oleh Syaikh Al-Shaduq penulis kitab Man La Yahdhuruh Al-Faqih yang merupakan satu dari 4 kitab rujukan utama syiah, seperti dikutip Hurr Amili dalam kitabnya, yang meriwayatkan hadis dari Amirul Mu'minin Ali b. Abi Thalib bahwa: "Tidak dianjurkan mengencangkan perjalanan kecuali kepada 3 Masjid: Al-Haram di Mekkah, Nabawi di Madinah dan Masjid Kufah" (vol.3/525)

Anehnya, ketika mengagungkan Masjid Kufah karena didalamnya Imam Ali b. Abi Thalib dimakamkan, syiah sudah melupakan fakta bahwa Masjid tersebut dibangun oleh panglima muslim salah satu sahabat nabi yaitu Sa'ad bin Abi Waqqas, satu dari 10 orang sahabat yang dijamin masuk surga, atas perintah Khalifah Umar bin Khattab saat ummat Islam berhasil menaklukkan ibukota kerajaan Persia.

Sebagaimana maklum Umar bin Khattab dianggap dajjal dan 'kafir' oleh syiah karena ikut merampas hak kekhalifahan Ali, demikian pula Sa'ad bin Abi Waqqas dikafirkan oleh mereka karena tidak membaiat khalifah Ali. Sa'ad bahkan dijuluki oleh mereka Qarun-nya umat Islam. Bagaimana bisa Masjid yang dibangun oleh panglima Sa'ad yang "murtad" dan atas perintah khalifah Umar yang "kafir" itu demikian mulia di mata para ulama rujukan kaum syiah dan para pengikutnya?

Relasi Masjidil Aqsha dengan Proyek Syiah

Sebelum rejim partai Ba'ats di Irak pimpinan Presiden Saddam Husain terguling oleh koalisi 'halus' Amerika Serikat dan Syiah Irak pada tahun 2003, pada tahun 2002 sebuah majalah Syiah "Al-Minbar" di Kuwait membuat reportase ekslusif tentang Karbala dan Al-Quds. Majalah itu dipimpin oleh Yasir Habib, yang heboh pada tahun 2006 melaknat Aisyah dan sahabat nabi secara terbuka di Youtube sehingga memaksa Rahbar Iran Ayatullah Ali Khamenei mengeluarkan fatwa haram mencaci symbol-simbol tokoh ahlusunnah demi persatuan Islam.

Di dalam majalah Al-Minbar edisi 23, bulan Maret 2002, Yasir Habib menulis tajuk redaksi berjudul "Sebelum Al-Quds, Bebaskan Dulu Karbala!", disitu ia mengatakan bahwa "Meskipun Al-Quds istimewa dan suci namun tetap urutannya ada setelah Karbala, kedudukan Quds tidak sama dengan Karbala dan kedudukan Dome of Rock juga tidak lebih istimewa dari Hussein, Masjid Aqsha juga tidak sama dengan Haram Masjid Kufah… Quds bukanlah fokus perhatian pertama kami (syiah), Karbala lah fokus utama kami, maka sebelum membebaskan Al-Quds maka kita wajib membebaskan Karbala (yang masih dijajah oleh rejim Saddam Husein saat itu tahun 2002)." Setelah itu bisa dibebaskan, lanjut Yasir, maka barulah kita bergerak ke Palestina, dan dari sana lah kita akan bergerak ke seluruh dunia menyebarkan cahaya dan petunjuk.

Ia kembali menegaskan, "Telah kami jelaskan bahwa Al-Quds tidak akan kembali ke pangkuan umat Islam selama umat Islam belum kembali ke pangkuan Muhammad dan Ali alayhima assalam! (maksudnya mengikuti akidah syiah) Ia menambahkan seruannya, "Kembalilah kalian semua kepada Muhammad dan Ali, niscaya Al-Quds akan kembali ke pangkuan kalian dengan Al-Mahdi! Bebaskan Karbala dahulu sebelum segala sesuatunya, baru pikirkan (langkah membebaskan) Al-Quds dan wilayah-wilayah sekitarnya. (Majalah Al-Minbar edisi 23, Maret 2002 M)

Akidah Syiah dan Propaganda Yahudi dan Orientalis

Kaum Zionis-Yahudi selalu berusaha untuk meninjau ulang penafsiran ayat-ayat alquran yang menyatakan keistimewaan Masjidil Aqsha dan meragukan hadis-hadis nabi yang dinyatakan kesahihannya oleh ijma' ulama ahlusunnah wal jama'ah.

Mereka menyatakan bahwa kata Al-Aqsha berarti tempat shalat di langit, dan untuk tujuan itu mereka mendapatkan pembenaran dari riwayat-riwayat syiah yang menyatakan bahwa Masjidil Aqsha adalah nama Masjid di langit yang mirip namanya dengan Masjid yang terletak di Al-Quds sekarang ini.

Pandangan Zionis semacam ini mudah didapatkan di dalam beberapa literatur seperti entri Al-Quds yang ditulis F. Buhl, cendekiawan Yahudi di dalam Encyclopedia of Islam. Ia menulis, "barangkali Rasul (Muhammad) mengira bahwa Masjidil Aqsha adalah suatu tempat di langit". (lihat buku Fadhail Bayt Al-Maqdis fi Makhtutat 'Arabiyyah Qadimah karya Dr. Mahmud Ibrahim hlm.47, terbitan Ma'had Al-Makhtutat Al-'Arabiyyah, cet.1 tahun 1985)

Salah satu peneliti senior di Akademi Studi Asia dan Afrika di Universitas Hebrew Jerussalem, Yitzhak Hasson, pernah meneliti manuskrip kitab Fadhail Bayt Al-Maqdis karya Abu Bakr Muhammad bin Ahmad Al-Wasithi.

Ia menulis dalam kata pengantarnya, "telah dimaklumi bahwa sekte-sekte syiah tidak memandang adanya keistimewaan Masjid Bayt Al-Maqdis ini di atas Masjid-Masjid lainnya".

Yitzhak Hasson juga mengajukan dalil hadis-hadis yang tertera di dalam kitab Bihar Al-Anwar karya Al-Majlisi, seorang marja utama syiah, dengan menulis bahwa "ulama Islam tidak pernah bersepakat bahwa Masjid al-Aqsha yang dimaksud adalah Masjid yang sekarang ada di kota Al-Quds sekarang ini, karena sebagian mereka menganggap bahwa Masjidil Aqsha adalah Masjid yang letaknya di langit berada tepat di atas kota Al-Quds atau Mekkah" (ibid, Dr. Mahmud Ibrahim, hlm.41)

Propaganda Yahudi yang menyangsikan posisi dan kedudukan Masjidil Aqsha di dalam keyakinan umat Islam yang mayoritas berakidah ahlusunnah wal jamaah, juga didukung oleh beberapa serpihan pemikiran orientalis.

Ignas Goldziehr (Orientalis Hongaria berdarah Yahudi, 1850-1920 M) adalah orang pertama yang meragukan hadis-hadis keutamaan Masjidil Aqsha yang ada sekarang ini dengan mengklaim bahwa khalifah Abdul Malik bin Marwan pada masa Umawiyah, telah melarang orang pergi haji ke Mekkah pada masa fitnah yang terjadi pada masa Abdullah ibnu Az-Zubair yang memproklamirkan dirinya sebagai khalifah yang menguasai kota Mekkkah.

Sebagai tandingannya, Abdul Malik ibnu Marwan membangun The Dome of Rock (Qubbat Sakhra) di Masjidil Aqsha agar umat Islam pergi haji ke sana sebagai alternatif berhaji ke Mekkah yang sedang dikuasai oleh Ibnu Zubair.

Untuk memuluskan politik 'haji' ala Abdul Malik bin Marwan inilah, menurut Ignas Goldziehr, ia meminta Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri untuk membuat hadis-hadis palsu yang menerangkan keutamaan Masjidil Aqsha seperti hadis populer tentang syaddu rihal ke Masjid Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha.

Goldziehr mengklaim bahwa semua hadis keutamaan baytul maqdis itu melalui jalur periwayatan ibnu Syihab Az-Zuhri. (lihat pembahasan ini dalam kitab As-Sunnah wa Makanatuha fi Tasyri' Islami, karya Dr. Musthafa As-Siba'I, hlm. 189-199, cet. Maktab Islami, tahun 1985)

Dari paparan tersebut, jelaslah bahwa Yahudi memanfaatkan hadis-hadis syiah yang bertujuan politis untuk melawan para khalifah Bani Umayyah dan untuk memberikan keistimewaan bagi kota-kota suci syiah yang melebihi kedudukan Masjidil Aqsha.

Dengan demikian jelas pula kedudukan Masjidil Aqsha di mata syiah. Karena mereka tidak mengakui keistimewaan Masjid suci ketiga dan kiblat pertama umat Islam, yang dibebaskan oleh Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA dan dipugar oleh para khalifah Bani Umayyah, serta dibebaskan kedua kali dari Pasukan Salib oleh Sultan An-Nashir Shalahudin Ayyubi.

Jadi mana mungkin mereka mengakui keistimewaan Masjid yang dimuliakan oleh tokoh-tokoh Ahlusunnah yang dimata mereka semua sangat dibenci. Khalifah Umar bin Khattab jelas dituding merampas hak kekhalifahan Ali, Bani Umayyah apalagi jelas dituding membantai dan menindas Ahlul Bayt dan pengikutnya, dan Sultan Shalahudin Ayyubi jelas sekali menghancurkan kekuatan daulah syiah ismailiyah, saudara kembar syiah imamiyah, yaitu Daulah Fatimid di Mesir, sebelum beliau mengalahkan kekuatan Salib.

Kenapa Al-Quds?

Sekarang, pertanyaannya mengapa kelompok syiah dunia saat ini menaruh perhatian besar terhadap persoalan Al-Quds dan Masjidil Aqsha? Sudah beberapa seminar internasional digelar dan juga seminar-seminar nasional yang diadakan oleh pihak-pihak Indonesia yang pro syiah yang mengangkat tema pembebasan Al-Quds.

Saya menduga, bahwa perhatian mereka terhadap persoalan Al-Quds dan Masjid Aqsha belakangan ini lebih disebabkan faktor-faktor politis, non ideologis keagamaan murni.

Salah satu blog syiah (www.yahosein.com) di dunia arab pernah pertanyakan status dan kedudukan Masjidil Aqsha di mata syiah. Uniknya, salah satu peserta diskusi jelas menyatakan bahwa "Masjid Al-Quds itu menurut syiah dan golongan-golongan sesat (ahlusunnah, di dalamnya) diakui telah dibangun oleh perampok nomor dua (kiasan untuk Khalifah Umar), dan di dalamnya ada kayu minbar yang populer dengan sebutan mimbar shalahuddin, dimana sultan kharabuddin (perusak agama, julukan buat Shalahudin Ayyubi di kalangan syiah) membacakan khutbah, amat disayangkan ada umat syiah yang bersedih dan menangis ketika Yahudi menggali di kawasan sekeliling Masjidil Aqsha".

Hemat saya, perhatian mereka belakangan ini kepada isu Palestina dan Al-Quds memang disebabkan faktor politis non ideologis. Sebab jika ditilik akidah atau ideology syiah tentang Masjid Al-Aqsha jelas sekali dianggap tidak suci dan tidak istimewa melebihi Masjid Kufah, Karbala, Kubah Samarra, Najaf dan lain-lain. Satu-satunya alasan yang tersisa adalah faktor politis.

Seperti kita maklumi, Iran sejak revolusi Khomeini bersemangat ingin mengekspor revolusi syiahnya ke seluruh dunia Islam dan bekerja siang malam untuk menyebarkan paham syiah dengan segala sumber daya yang dimiliki.

Untuk tujuan itu, mereka berpikir keras agar paling tidak sebagai tahap awal bisa diterima oleh mayoritas mutlak umat Islam yang ahlusunnah ini dan tidak dicurigai membawa paham syiah. Mereka melihat bahwa isu Palestina dan Al-Quds sejak beberapa dekade silam menjadi isu sentral sekaligus seksi di mata umat Islam dunia. Oleh sebab itulah, para politisi dan ulama syiah mengangkat isu ini sebagai 'jualan' komoditas mereka (trademark).

Mereka juga sejak dekade lalu menetapkan Hari Al-Quds Internasional pada setiap jum'at terakhir bulan Ramadhan. Isu sentral Al-Quds memang sangat sentral dan empuk untuk meraih kepercayaan dan simpati public muslim sunni di dunia Islam.

Persoalan utamanya justru yang bisa menjadi pembenar dugaan saya bahwa isu ini dieksplotasi secara politis untuk menyebarkan paham syiah dengan seolah menggambarkan kepahlawanan syiah lah sesungguhnya yang mengalahkan Israel dalam perang Hizbullah tahun 2006 dan manuver Ahmadi Nejad, presiden Iran, yang terus menerus berkoar akan melumatkan Israel dan menghapusnya dari peta dunia.

Strategi ini cukup sukses untuk membius dan menipu ulama dan cendekiawan sunni yang awam terhadap strategi syiah ini, sehingga secara langsung atau tidak ikut membantu dan membela hak syiah menyebarkan ajarannya di tengah komunitas ahlusunnah.

Padahal tanah yang diberkahi yaitu Palestina dan Al-Quds tidaklah dimuliakan dan disucikan oleh Allah dan Rasul-Nya melainkan karena di dalamnya terdapat Masjid Al-Aqsha. Untuk itulah, terdapat hadis-hadis mutawatir yang menyebutkan keutamaan shalat di dalamnya, dan bepergian kesana. Namun, seperti yang sudah saya singgung, sikap dan pendirian para mufasir dan ulama-ulama rujukan utama syiah tidak menganggap sama sekali adanya Masjidil Aqsha, apalagi keistimewaannya seperti dijelaskan oleh sumber-sumber ahlusunnah.

Oleh sebab itu tidak ada tafsir lain yang bisa menjelaskan perhatian besar mereka terhadap isu Al-Quds dan palestina, selain faktor politis yang saya kemukakan di atas. Silahkan pembaca menilainya sendiri secara objektif. Diterima atau tidak terserah pembaca.

Mamduh Ismail, seorang kolumnis Palestina menulis di situs Islamway.com bahwa poros aliansi syiah Iran-Suriah-Hizbullah adalah kaum munafik yang memanfaatkan isu Palestina untuk kepentingan mereka sendiri sebagai jualan heroisme kepada rakyatnya dan bangsa-bangsa muslim dunia. Namun pada saat Gaza digencet Israel dan dibombardir Zionis selama lebih dari 20 hari di akhir tahun 2008 sampai Januari 2009, poros syiah yang tampil heroik di depan publik muslim dunia ternyata tidak menolong sedikitpun kepada 'saudara-saudara' mereka kaum muslimin di Gaza yang menderita akibat agresi Israel. Tidak satupun roket atau senjata yang mereka kirim untuk membantu Hamas yang berjuang sendirian mempertahankan Gaza dari agersi Israel. Padahal katanya mereka adalah Negara kuat yang memiliki kekuatan militer yang bisa menghancurkan pasukan Zionis. Namun apa yang terjadi? Apa yang mereka lakukan hanyalah bentuk kemunafikan yang menjijikkan (lihat link berbahasa arab http://ar.Islamway.com/art icle/4939 diunduh oleh penulis pada tanggal 4 Juli 2012)

Kesimpulannya, saya berkeyakinan bahwa kelompok yang 'terbiasa' menghina Khalifah Umar bin Khattab dan mendiskreditkan Shalahuddin Ayyubi pada masa silam, tentu saja tidak akan bisa membebaskan Palestina dan Al-Quds pada masa kini.

Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha hanya bisa dibebaskan oleh kelompok yang mendapat pertolongan Allah ta'ala, mereka disebut At-Thoifah Al-Manshurah yang teguh dan istikamah memegang Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw, dan memiliki akidah yang sahih tidak bercampur sedikitpun dengan bid'ah-bid'ah dhalalah seperti akidah kemaksuman manusia biasa selain Rasul, dan apalagi yang meyakini Al-Qur'an ini palsu dan terdistorsi. Allahu A'lam

(arrahmah.com)

Sumber : Arrahmah.com

Selasa, 03 Juli 2012

Kedaulatan Pakistan berhasil dibeli oleh permintaan maaf Clinton?

Kedaulatan Pakistan berhasil dibeli oleh permintaan maaf Clinton?

Althaf

Rabu, 4 Juli 2012 11:18:24

ISLAMABAD (Arrahmah.com) - Pakistan telah setuju untuk mengizinkan pasukan salibis AS membuka kembali jalur pasokan menyeberangi perbatasan ke dalam Afghanistan. Keputusan ini diklaim mengakhiri sengketa tujuh bulan antara Washington dan Islamabad.

Perjanjian ini mengikuti permintaan maaf yang dikeluarkan oleh menlu AS, Hillary Clinton, atas insiden November tahun lalu yang menewaskan 24 tentara Pakistan.

Clinton dan Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar mencapai kesepakatan melalui panggilan telepon, pada Selasa (3/7/2012).

Clinton mengatakan, "Saya sekali lagi menegaskan penyesalan kami yang terdalam atas insiden tragis di Salala November lalu. Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga para tentara Pakistan yang tewas, Menteri Luar Negeri Khar, dan saya mengakui kesalahan yang mengakibatkan jatuhnya korban dari kalangan militer Pakistan."

"Kami memohon maaf atas kerugian yang diderita oleh militer Pakistan. Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan Pakistan dan Afghanistan untuk mencegah hal ini pernah terjadi lagi," katanya.

Clinton, dalam pernyataannya, mengatakan ia telah memberitahu Khar Rabbani bahwa Washington menghormati kedaulatan Pakistan dan mereka memiliki kepentingan bersama dalam bekerja sama.

Dia berkata: "Dalam panggilan telepon hari ini, Menteri Luar Negeri Khar dan saya berbicara tentang pentingnya mengambil tindakan terkoordinasi terhadap teroris yang mengancam Pakistan, Amerika Serikat, dan kawasan, mendukung keamanan, stabilitas, dan upaya ke arah rekonsiliasi Afghanistan, serta terus bekerja sama untuk memajukan kepentingan bersama yang kami miliki, termasuk dalam perdagangan dan investasi untuk memperkuat hubungan kami. "

Pada penutupan, ia mengatakan: "Saya senang Menteri Luar Negeri Khar telah memberitahu saya bahwa jalur pasokan darat (GLOC) ke Afghanistan telah dibuka untuk pasukan kami."

"Ini adalah wujud nyata dari dukungan Pakistan untuk merealisasikan Afghanistan yang aman, damai, dan makmur. Tujuan kami bersama di kawasan ini juga akan membantu Amerika Serikat dan ISAF melakukan penarikan yang direncanakan dengan biaya yang jauh lebih rendah. Ini sangat penting untuk pasukan kami yang memerangi terorisme dan ekstremisme di Afghanistan." (althaf/arrahmah.com)

Baca Juga:
  • Publik AS mendesak pemerintahnya untuk mengurangi biaya perang karena krisis ekonomi
  • Balas dendam atas operasi Mujahidin di Kabul, musuh serang situs Imarah Islam Afghanistan
  • Frustasi kalah perang, Amerika rilis film "Osombie" yang menghina Syaikh Usamah bin Ladin dan Al-Qaeda
Sumber : Arrahmah.com

Frustasi kalah perang, Amerika rilis film "Osombie" yang menghina Syaikh Usamah bin Ladin dan Al-Qaeda

Frustasi kalah perang, Amerika rilis film "Osombie" yang menghina Syaikh Usamah bin Ladin dan Al-Qaeda

Siraaj

Selasa, 3 Juli 2012 21:59:27

(Arrahmah.com) - Negara teroris Amerika Serikat tak pernah puas untuk membuat citra Mujahidin menjadi buruk di mata dunia dengan propaganda dan konspirasi mereka. Syaikh Usamah bin Ladin (rahimahullah) adalah salah satu Mujahid yang paling ditakuti dan diincar oleh Amerika dan antek-anteknya.

Meskipun Syaikh Usamah telah meninggal dunia,  dan mereka sendiri yang mengklaim telah membunuhnya, mereka juga belum puas untuk menyebut-nyebut nama Usamah bin Ladin,  tentu saja kebanyakan perkataan mereka adalah menghina, menuduh dan mengolok-olok Syaikh Usamah. Kali ini, AS ingin membuat sosok As Syahid (insya Allah) tersebut menjadi bahan tertawaan dan olok-olokan melalui sebuah film horor berjudul "Osombie: The Axis of Evil Dead".

Film "Osombie" ini disutradarai oleh seorang wanita AS yang sering menyutradari film Hollywood bernama Kathryn Bigelow yang dikenal dengan film-film horor-nya, dan Kynan Griffin adalah produser film ini.

Jika dilihat dari trailer film ini, ceritanya, kabar tentang kematian Syaikh Usamah adalah salah karena ia bangkit dari kuburnya menjadi zombie yang menyeramkan dan akan mengancam dunia, lalu NATO membentuk sebuah tim unit pasukan khusus untuk menghentikannya. Kemudian pertempuran pun terjadi antara "zombie" dan pasukan NATO.

Trailer ini benar-benar memperlihatkan adegan yang sangat konyol dan sangat mengolok-olok Mujahidin serta ada beberapa adegan vulgar di dalamnya. Seorang Ulama Mujahid yang sangat dihormati digambarkan sebagai sosok zombie dengan wajah mengerikan dan sosok yang jahat.

Griffin mengatakan kepada ABC News, beberapa waktu lalu,  bahwa "kami baru saja memiliki banyak kesenangan dengan film ini".

"Kami memiliki beberapa orang-orang makeup khusus efek hebat yang telah melakukan banyak pekerjaan Hollywood. Banyak tindakan, banyak kekerasan zombie," tambah Griffin.

Menurut Griffin, naskah panjang untuk film ini telah ditulis sebelum pemimpin al-Qaeda tersebut belum terbunuh pada bulan Mei tahun lalu. 

Kabarnya, pengambilan gambar film ini dilakukan di Utah, Amerika dengan membuat latar layaknya di Afghanistan oleh perusahaan produksi independen yang memita sumbangan orang-orang untuk menyelesaikan film konyol ini. Sementara tag line film ini berbunyi "Bin Laden Will Die Again" dan dirilis pada musim panas tahun ini.

Di sisi lain, Peter King, anggota Kongres daru partai Republik mengkritik dengan mengatakan, "Ini adalah sebuah film yang sangat prosedural tentang CIA dan upaya mereka untuk menemukannya (Syaikh Usamah -red)," dikutip Daily Mail, (10/2/2012) lalu.

"Kami akan shooting film itu di Yordania dan Washington."

Selain mengolok-olok Syaikh Usamah, al-Qaeda, dan Mujahidin pada umumnya, film ini dapat mencuci otak atau brainwashing masyarakat dunia dalam memandang Mujahidin umumnya dan Syaikh Usamah pada khususnya, yang tentu akan membuat kaum Muslimin marah terutama Mujahidin.

Telah menjadi rahasia umum bahwa Amerika dan antek-anteknya selalu kalah perang melawan Mujahidin, dan sekarang sedang berada di ujung gerbang kekalahan melawan Taliban di Afghanistan. Beratnya menghadapi serangan-serangan Mujahidin, telah membuat pasukan salibis frustasi dan bahkan banyak diantara mereka yang bunuh diri setelah mereka kembali dari medan tempur akibat depresi selama perang. Oleh karena itu, butuh bagi Amerika untuk membuat propaganda yang dapat menghibur atau membangkitkan semangat pasukannya di medan perang, sehingga film semacam ini dibuat. Bukan kali ini saja Amerika membuat propaganda melalui film berlatar militer yang menampakkan "kehebatan" pasukannya di dalam peperangan, telah banyak film-film yang dirilis sebelumnya yang telah mencuci otak sebagian manusia di dunia bahwa pasukan salib adalah orang-orang yang kuat, penuh patriotisme dan rela mati demi "perdamaian", ini belum termasuk propaganda media berita yang hampir setiap hari memanipulasi kaba r di lapangan.

Sementara itu Al-Qaeda sendiri belum mengeluarkan komentar atau pernyataan terkait film konyol ini. Amerika telah menyulut api peperangan kian membesar.

(siraaj/arrahmah.com)

Baca Juga:
  • Allahu Akbar! Bom mobil di Kandahar tewaskan 20 pasukan khusus musuh
  • Tujuh salibis Inggris tewas dalam aksi penembakan oleh polisi Afghan di Helmand
Sumber : Arrahmah.com

PBNU tolak kampanye kondom oleh Menkes

PBNU tolak kampanye kondom oleh Menkes

Bilal

Selasa, 3 Juli 2012 22:09:15

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama secara tegas menolak rencana sosialisasi penggunaan kondom kepada pelaku seks berisiko yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan. Mereka menolak dengan alasan, kegiatan itu membuka jalan menuju seks bebas.

"Kami menolak rencana Ibu Profesor Doktor Nafsiah Mboi. Kami sangat kaget dengan rencana itu, karena seakan-akan mentolerir seks bebas. Hal ini sangat berbahaya," ujar Ketua PBNU, Said Aqil Siroj, seperti dirilis detik.com, Kamis (28/6/2012).

Hal ini disampaikan Said di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat. Turut hadir, anggota Lembaga Persahabatan Ormas Islam yang berjumlah 13 ormas, diantaranya Persatuan Umat Islam Indonesia, Persatuan Islam Tionghoa, Serikat Islam Indonesia dan lainnya termasuk PBNU.

Said juga menyesalkan di usianya yang senja, Menkes Nafsiah Mboi justru menelurkan kebijakan yang kontroversial. "Seharusya di usia tua itu membawa nama besar beliau untuk mengeluarkan kebijakan yang baik," tambahnya.

PBNU beserta ormas lainnya pun tak setuju, bila kebijakan ini ditelurkan sebagai upaya pemberantasan AIDS yang tepat. Ada cara lain yang dapat dijadikan solusi.

"Yaitu melalui cara pendidikan. Pendidikan akhlak, moral dan budi pekerti. Kita kan berlandaskan pancasila. Lihat sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi dasar negara ini agama," tutur Said. (bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:
  • Bila ternyata membagi-bagi Kondom, Menkes akan diseret dari kantor Kemenkes
  • Massa FUI tolak program kondom
  • MUI Pamekasan tolak program bagi-bagi kondom Menkes
  • Permasalahan kesehatan di Indonesia lebih besar ketimbang kampanyekan kondom
Sumber : Arrahmah.com

Ijtima Ulama MUI perbolehkan demonstrasi untuk amar ma'ruf nahi munkar dan tidak anarkis

Ijtima Ulama MUI perbolehkan demonstrasi untuk amar ma'ruf nahi munkar dan tidak anarkis

Bilal

Selasa, 3 Juli 2012 14:47:55

TASIKMALAYA (Arrahmah.com) - Ijtima Ulama di pesantren Cipasung menilai aktifitas demonstrasi atau unjuk rasa mendapat ketentuan hukum Mubah atau diperbolehkan di dalam Islam

Hal ini diungkapkan ketua Komisi Masail Asasiyah wathaniyah, KH.Abdusshomad Buchori dalam sidang pleno yang dilakukan pada Minggu malam (1/7/2012).

"Jika aksi demonstrasi diniatkan ikhlas karena Allah SWT, bertujuan untuk al-amr bi al-ma'rûf wa al-nahy 'an al-munkar, dijadikan sarana perjuangan (jihad) untuk melakukan perubahan menuju suatu sistem nilai yang lebih baik berdasarkan al-Qur'an dan al-Sunnah, maka hal itu bernilai positif, sehingga hukumnya boleh (mubah)," kata Ketua MUI Jawa Timur itu membacakan keputusan di Ponpes Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (1/7).

Lanjutnya, demonstrasi hukumnya bisa berkembang menjadi sunnah atau wajib. "Tergantung pada qarinah (situasi dan kondisi)-nya", ujar Kiyai Buchori.

Sebaliknya, demontrasi juga dapat menjadi haram jika terjadi tindakan brutal, anarkis dan tindakan yang mengancam keselamatan jiwa manusia, harta dan merusak fasilitas umum.

"Jika demonstrasi berubah menjadi perbuatan brutal, anarkis dan tindak kekerasan yang mengancam keselamatan jiwa manusia, harta, dan merusak fasilitas umum, maka dilarang oleh syariat Islam," tambahnya.

Karena itu MUI memfatwakan bahwa demonstrasi harus dilakukan dengan cara-cara yang santun dan tertib, sesuai dengan nilai-nilai akhlakul karimah.

Fatwa MUI tersebut berpijak dasar-dasar dari Al Quran dan Hadits, selain itu MUI juga merujuk kepada pendapat Ketua Persatuan Ulama Sedunia, Syeikh Yusuf Al Qaradhawi dalam mengambil keputusan mengenai demonstasi.

"Adalah menjadi hak umat Islam â€"sebagimana umat manusia lainnyaâ€" melakukan demonstrasi untuk mengungkapkan tuntatan dan menyampaikan kebutuhan mereka kepada pihak pemerintah dan pembuat keputusan dengan suara yang didengar dan tidak mungkin tidak diketahui. Sesungguhnya suara satu orang, terkadang tidak diperhatikan. Berbeda dengan suara para demonstran dalam jumlah besar, apalagi jika di antara mereka terdapat para tokoh yang mempunyai kedudukan penting dan pengaruh yang kuat di tengah-tengah masyarakat, maka pasti suara diperhatikan. Karena tuntutan yang disampaikan secara bersama lebih kuat dibanding apabila dilakukan sendirian". (Majmu' al-Fatawa, Al Qardhawi.)

Dalam sidang Komisi Asasiyah Wathaniyah point yang dihilangkan untuk menjadi bagian dari fatwa yaitu, demonstrasi tidak menyebabkan kemacetan. (bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:
  • Ijtima MUI putuskan menolak RUU KKG karena tidak mengacu pada nilai religiusitas
  • Rekomendasi MUI: Negara bisa sita aset koruptor
Sumber : Arrahmah.com

Senin, 02 Juli 2012

Krisis memburuk, tingkat pengangguran di negara Uni Eropa terus meningkat

Krisis memburuk, tingkat pengangguran di negara Uni Eropa terus meningkat

Siraaj

Selasa, 3 Juli 2012 08:47:35

EROPA (Arrahmah.com) - Negara-negara zona Euro telah berada pada tingkat krisis yang kian memburuk karena tumpukan hutang yang terus melonjak. Hal tersebut berimbas bagi tingkat pengangguran di negara zona Euro, berdasarkan rilisan data baru dari Uni Eropa menunjukkan bahwa tingkat pengangguran zona Euro mencapai rekor tertinggi pada bulan Mei hingga 11,1 persen.

Menurut statistik kantor Eurostat Eropa, lebih dari 17,5 juga orang Eropa yang hidup tanpa pekerjaan, tercatat Mei 2012.

Angka tersebut mengindikasi bahwa lebih dari 3,4 juta orang Eropa di bawah usia 20 tahun telah kehilangan pekerjaan di bulan yang sama, sebuah peningkatan hingga 254.000 dari tahun sebelumnya.

PHK terus terjadi karena memburuknya krisis hutang negara-negara Eropa yang mendorong perusahaan-perusahaan untuk memangkas jumlah staf mereka disebabkan masalah keuangan.

Lembaga Data Eurostat mengatkaan bahwa sekitar 17,4 juta warga -sekitar 11 persen dari populasi pekerja- menjadi pengangguran di negara zona Euro, tercatat April 2012.

Tingkat pengangguran negara Uni Eropa, yang dahulunya maju itu, meningkat dari 0,01 persen hingga 10.3 persen di bulan Mei dan 10.2 persen pada bulan April, sebuah peningkatan yang tajam.

Pada hari Rabu pekan lalu, Dewan Eropa menunjukkan perhatian serius atas meningkatnya jumlah pengangguran di kalangan warga Eropa berusia muda di seluruh negara Eropa yang sedang terjebak resesi itu.

Dewan Eropa itu, memperingatkan bahwa tingkat pengangguran para pemuda di Eropa telah berada di tingkat yang mengkhawatirkan menyusul krisis berkepanjangan di zona Euro.

Seluruh negara Eropa, telah menderita stagnasi ekonomi yang mendalam sejak krisis melanda blok Eropa yang dimulai sejak 5 tahun lalu. Hasilnya, negara-negara anggota Uni Eropa mulai menerapkan langkah-langkah penghematan untuk mencegah double-dip resesi. (siraaj/arrahmah.com)

Baca Juga:
  • Bank of America berencana untuk memangkas 2000 pekerjaan
  • Resesi Inggris, satu juta pekerjaan hilang dalam waktu 5 tahun terakhir
  • Tingkat penangguran Zona Euro mencapai posisi tertinggi pada Januari 2012
Sumber : Arrahmah.com

Ijtima MUI putuskan menolak RUU KKG karena tidak mengacu pada nilai religiusitas

Ijtima MUI putuskan menolak RUU KKG karena tidak mengacu pada nilai religiusitas

Bilal

Senin, 2 Juli 2012 22:01:32

TASIKMALAYA (Arrahmah.com) - Polemik yang muncul terkait Rancangan Undang-Undang Keadilan dan kesetaraan Gender (RUU - KKG) menurut MUI tidak lain merupakan benturan antara kelompok liberal yang mendukung RUU KKG karena mengacu kepada Hukum Internasional yang menafikan kepentingan nasional dengan kelompok penolak yang mengacu  pada pentingnya menjaga dan memelihara nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, termasuk ajaran agama dan kebudayaan.

"Kelompok liberal sekaligus menafikan kepentingan nasional, karakter bangsa, nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia, dan kearifan lokal yang menjadi khazanah kekayaan masyarakat sejak ratusan tahun lalu" Bunyi fatwa tersebut seperti dibacakan pada penutupan Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI, di Ponpes cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu malam (1/7).

Menyikapi polemik tersebut, MUI melakukan kajian secara mendalam terhadap RUU KKG. Dari hasil pengkajian dan penelitian itu, MUI memutuskan menolak RUU KKG.

"Ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI IV menyatakan bahwa RUU KKG bertentangan dengan ajaran agama Islam, Pancasila, dan UUD 1945. Oleh karena itu Ijtima' Ulama mendesak DPR untuk menarik kembali RUU tersebut serta tidak meneruskan proses RUU tersebut", demikian bunyi keputusan itu.

MUI menguraikan tiga alasan pokok mengapa RUU KKG ditolak. Pertama, ada sejumlah dampak negatif bila RUU KKG disahkan, diantaranya:

Pertama, isteri mempunyai kedudukan dan peran yang sama dengan suami dalam rumah  tangga, baik sebagai "kepala rumah tangga" dan pencari nafkah keluarga.

Kedua, akan mengubah besarnya bagian pembagian warisan untuk ahli waris laki-laki dan perempuan menjadi sama besar bagiannya; konsekuensinya hukum kewarisan Islam akan dihapus.

Ketiga, mengubah wali nikah di mana perempuan dimungkinkan menjadi wali nikah. Sementara keempat, membolehkan terjadinya perkawinan sejenis.

Kelima, membolehkan terjadinya poliandri, dan keenam, membuka penafsiran pengembangan pribadi termasuk homoseksual dan pengembangan lingkungan sosial termasuk komunitas homoseksual, gay, dan lesbian.

Yang kedua, menurut para ulama, RUU KKG mengacu pada paham liberalisme dan nilai-nilai Barat yang tidak memiliki basis filosofis, ideologis, sosial, dan budaya masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi agama, budaya, etika, dan moral.

"RUU KKG tidak mengacu pada Pancasila yang mengedepankan pentingnya nilai-nilai religiusitas dan Ketuhanan Yang Maha Esa. RUU KKG juga tidak mencantumkan Pancasila sebagai sumber hukumnya sehingga wajar apabila isinya pun tidak mencerminkan Pancasila," lanjut bunyi fatwa itu.

Demikian pula RUU KKG tidak mengacu, bahkan bertentangan dengan UUD 1945, antara lain bertentangan dengan Pasal 28I, Pasal 28J, dan Pasal 29 UUD 1945.

Selanjutnya, alasan ketiga, MUI berpandangan bahwa berbagai kebutuhan dan kepentingan serta hak-hak kaum perempuan telah terwadahi dalam UUD 1945 dan berbagai peraturan perundang-undangan lainnya, antara lain dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, UU Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita, UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. (bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:
  • Talak di luar pengadilan direkomendasikan sah dengan syarat
  • Rekomendasi MUI: Negara bisa sita aset koruptor
  • Konsep maqashid syari'ah; Antara Islam dan faham Liberal
Sumber : Arrahmah.com

Inggris kutuk aksi pembunuhan yang dilakukan oleh tentara Afghan

Inggris kutuk aksi pembunuhan yang dilakukan oleh tentara Afghan

Althaf

Senin, 2 Juli 2012 20:51:55

KABUL (Arrahmah.com) - Menteri Pertahanan Inggris menyatakan pada Senin (2/7/2012) bahwa tindakan pembunuhan terhadap tiga tentaranya di Afghanistan oleh seorang pria berseragam polisi tidak akan menggagalkan misi untuk membangun pasukan keamanan Afghanistan.

Kementerian pertahanan mengatakan tentara mereka telah ditembak mati pada hari Minggu (1/7) di sebuah pos pemeriksaan di Nahr-e-Saraj di barat daya provinsi Helmand, tempat mereka bertemu sesepuh setempat.

"Saya sedih mendengar tindakan pengecut seorang pria yang mengenakan seragam polisi Afganistan, yang telah merenggut nyawa tiga tentara Inggris yang pemberani," kata menteri Philip Hammond.

"Setiap hari, puluhan ribu pasukan koalisi, termasuk personil Inggris, tinggal dan bekerja dengan sukses bersama rekan-rekan Afghanistan untuk membangun kekuatan polisi Afghanistan dan tentara yang dapat memimpin keamanan mereka sendiri pada akhir 2014," tambahnya.

"Proses itu akan terus dilakukan, dan kejadian kemarin meskipun sangat tragis tidak akan menggagalkan misi atau mengalihkan perhatian kami dari tugas," lanjutnya.

Perdana Menteri David Cameron mengatakan dia "sangat sedih" atas pembunuhan tersebut.

"Saya memikirkan keluarga mereka," kata Cameron. "Para prajurit ini telah menunjukkan keberanian mereka untuk membantu mencegah Afganistan sekali lagi menjadi surga bagi teroris internasional."

NATO Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang pertama kali melaporkan tewasnya tiga salibis ini pada hari Minggu (1/7), tanpa mengungkapkan kebangsaan para korban sesuai dengan kebijakan biasa.

Seorang jurubicara salibis ISAF mengklaim berhasil menahan seorang penyerang pasca insiden yang terjadi sekitar pukul 5.00 sore waktu setempat, dan sekarang sedang diselidiki.

ISAF sedang menyelidiki apakah penyerang adalah benar-benar seorang polisi, tambahnya.

Kementrian pertahanan Inggris menuturkan bahwa tentaranya yang bertugas dengan tim penasehat polisi Afghanistan, telah pergi ke pos pemeriksaan Kamparack Pul untuk melakukan pertemuan dengan para tetua Afghanistan. (althaf/arrahmah.com)

Baca Juga:
  • Polisi Afghan membunuh tiga tentara salib Inggris di Helmand
Sumber : Arrahmah.com

PM Israel kirim surat pada presiden baru Mesir

PM Israel kirim surat pada presiden baru Mesir

Althaf

Senin, 2 Juli 2012 13:18:27

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah mengirimkan surat pada presiden terpilih Mesir, Mohammer Mursi, mendesaknya untuk menjunjung tinggi perjanjian damai yang telah disepakati kedua negara, sebuah sumber menuturkan pada AFP hari Minggu (1/7/2012).

Surat yang dilaporkan pertama kali oleh harian Israel, Haaretz, edisi Minggu pagi (1/7) "menekankan keinginan Israel untuk melanjutkan kerja sama dan untuk memperkuat perdamaian."

Surat itu dikirim beberapa hari yang lalu, sumber menambahkan. Haaretz melaporkan bahwa surat itu dikirim pada Mursi melalui kedutaan Israel yang ada di Kairo.

Surat kabar itu mengatakan surat itu pun berisi ucapan selamat pada Mursi atas pemilihannya, penawaran kerjasama dengan pemerintah baru di Kairo dan menyatakan bahwa kedua belah pihak akan mengamati perjanjian damai Mesir-Israel.

Netanyahu menekankan bahwa menghormati perjanjian tersebut adalah demi kepentingan kedua negara, tambah surat kabar itu, dengan mengatakan perdana menteri Israel juga berharap agar Mursi beruntung dalam menjalani peran barunya.

Haaretz mengatakan para pejabat Israel, setelah berkonsultasi dengan Washington, telah memutuskan untuk menunda upaya untuk menghubungi Mursi, tapi pemimpin Israel sendiri telah mengirim seorang utusan untuk melakukan pertemuan dengan para pejabat keamanan Mesir.

Isi surat Netanyahu tersebut banyak yang diulang dari isi pernyataan yang dibuatnya secara publik setelah Mursi secara resmi dinyatakan sebagai pemenang pemilu pertama Mesir pasca-pemberontakan.

"Israel menghargai proses demokrasi di Mesir dan menghormati hasil pemilihan presiden," katanya dalam sebuah pernyataan pada saat itu.

"Israel berharap untuk melanjutkan kerjasama dengan pemerintah Mesir atas dasar perjanjian damai," yang telah ditandatangani kedua negara pada 1979.

Israel telah memfokuskan perhatiannya secara sungguh-sungguh saat Ikhwanul Muslimin memperoleh kekuatan meningkat pasca-pemberontakan Mesir, karena negara Zionis itu khawatir tentang masa depan mereka terkait dengan perjanjian yang tak lebih dari legalisasi penjajahan Israel terhadap tanah kaum Muslimin di Palestina. (althaf/arrahmah.com)

Baca Juga:
  • Para pemuda Palestina berdemonstrasi menentang pertemuan Mahmud Abbas dan wakil PM Israel
  • Pemukim ekstrimis Yahudi kembali membakar lahan pertanian Muslim Palestina
Sumber : Arrahmah.com

Minggu, 01 Juli 2012

Para pemuda Palestina berdemonstrasi menentang pertemuan Mahmud Abbas dan wakil PM Israel

Para pemuda Palestina berdemonstrasi menentang pertemuan Mahmud Abbas dan wakil PM Israel

Siraaj

Senin, 2 Juli 2012 10:22:05

RAMALLAH (Arrahmah.com) - Para pemuda Palestina melakukan protes untuk menentang pertemuan antara Mahmud Abbas dan wakil Perdana Menteri Israel Shaul Mofaz, pada Sabtu (30/6/2012) sore.

Seperti dilansir PIC, tujuah pemuda Palesina termasuk wanita dan salah satu jurnalis dipukuli dengan kasar oleh pasukan keamanan dari Otoritas Palestina (PA). Pawai mereka dicegat oleh pasukan keamanan PA yang berusaha untuk mencapai markas PA di kota Ramallah, di mana pertemuan itu digelar.

Diantara korban yang terluka adalah seorang jurnalis bernama Muhammad Jaradat yang kemudian dikirim ke rumah sakit setelah ia terkena serangan fisik oleh para petugas keamanan PA dari divisi biro investigasi kriminal. Selain itu, dilaporkan bahwa beberapa pemuda ditangkap oleh polisi pada saat berdemonstrasi.

Kemudian, Menurut koresponden PIC, lebih dari seribu pemuda Palestina melakukan long march pada malam di hari itu menuju kantor polisi pusat untuk menuntuk pembebasan rekan mereka yang ditangkap pada saat protes itu.

Sementara belum diketahui tujuan dari pertemuan Abbas dengan wakil PM Israel itu. (siraaj/arrahmah.com)

Sumber : Arrahmah.com

MasyaAllaah! Kagum dengan cara bertransaksi Muslim, penasihan perusahaan Inggris masuk Islam

MasyaAllaah! Kagum dengan cara bertransaksi Muslim, penasihan perusahaan Inggris masuk Islam

Althaf

Ahad, 1 Juli 2012 21:43:58

RIYADH (Arrahmah.com) - Seorang penasihat bisnis perusahaan Inggris di Arab Saudi masuk Islam dan menyatakan bahwa ia benar-benar terkesan dengan cara kolega-kolega Muslimnya melakukan transaksi.

Michael Hidely (57) mengubah namanya menjadi Muhammad setelah ia bersyahadat di Islamic Center ibukota Saudi, Riyadh, seperti dilaporkan Emirate247 pada Minggu (1/7/2012).

"Muhammad mengatakan keputusannya masuk Islam datang setelah ia terpengaruh oleh tata krama yang diperlihatkan oleh rekan-rekan bisnisnya serta cara mereka berakad dengannya juga dengan yang lain," lansir harian berbahasa Arab, Sabq, dikutip Emirate247. (althaf/arrahmah.com)

Sumber : Arrahmah.com

Clinton: Tidak ada lagi tempat bagi Assad di masa depan

Clinton: Tidak ada lagi tempat bagi Assad di masa depan

Althaf

Ahad, 1 Juli 2012 12:49:16

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya tidak melihat satu pun tempat bagi presiden Suriah, Bashar al Assad, dalam transisi pemerintahan di masa depan.

Menlu AS, Hillary Clinton, menyatakan pada hari Sabtu (30/6/2012) bahwa Washington tidak melihat peran yang cukup signifikan dari Assad di pemerintahan yang baru. Namun demikian, Clinton tidak secara eksplisit meminta Assad untuk turun dari kursi kepresidenan.

"Assad masih harus pergi. Ia tidak akan pernah lulus uji kesepakatan bersama," tambah Clinton.

Komentarnya tampaknya bertentangan dengan ketentuan perjanjian negara-negara yang menghadiri pembicaraan Jenewa, Sabtu (30/6).

Utusan PBB-Liga Arab untuk Suriah, Kofi Annan, mengatakan pada konferensi pers setelah pertemuan itu bahwa para diplomat yang bertemu di Jenewa telah mencapai kesepakatan mengenai pemerintahan transisi Suriah yang "dapat mencakup anggota pemerintah sekarang, pihak oposisi, dan kelompok lain, dan dibentuk atas dasar kesepakatan bersama."

"Rencana ini menegaskan bahwa kami memiliki pedoman dan prinsip untuk membantu semua pihak Suriah ketika mereka bergerak menuju transisi," kata Annan.

Namun, Moskow dan Beijing menentang isi proposal yang menyerukan dibentuknya pemerintah sementara yang mengecualikan orang-orang yang dinilai dapat merusak kredibilitas transisi dan membahayakan stabilitas serta rekonsiliasi.

Para menteri luar negeri Rusia, China, Inggris, Prancis, Turki, Qatar, Kuwait, dan Irak, Sekjen PBB Ban Ki-moon, Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil El-Araby, dan sekretaris negara Amerika Serikat menghadiri pertemuan tersebut. (althaf/arrahmah.com)

Baca Juga:
  • Inna lillahi, sedikitnya 99 warga muslim Suriah kembali gugur, kota Dauma di ambang pembantaian baru
  • Tentara loyalis Assad menembaki warga sipil Suriah yang menyelamatkan diri ke Yordania
Sumber : Arrahmah.com