Selamat Datang di Website Kami Info Jihad Internasinal

Donasi Untuk Keluarga Mujahid

Senin, 22 Oktober 2012

Survei: Homoseksual paling ditolak bertetangga setelah Ahmadiyah dan Syiah

Survei: Homoseksual paling ditolak bertetangga setelah Ahmadiyah dan Syiah

Bilal

Senin, 22 Oktober 2012 14:35:52

JAKARTA (Arrahmah.com) - Berdasarkan hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia (LSI), penganut Syiah, Ahmadiyah, dan homoseksual merupakan tiga kelompok yang paling ditolak dalam kehidupan bertetangga.

"Ada tiga jenis tetangga yang mendapat prosentase penolakan tinggi oleh publik, yaitu penganut Syiah, Ahmadiyah, dan orang yang memiliki hubungan sesama jenis atau homoseksual," kata peneliti LSI Community, Ardian Sopa, di Jakarta, Minggu, (21/10) seperti dimuat gatra.com.

Adrian merinci, berdasarkan hasil jajak pendapat tersebut, 41,8% publik di Indonesia merasa tidak nyaman hidup berdampingan dengan orang Syiah, 46,6 persen Ahmadiyah, dan 80,6% homoseksual. Sedangkan mereka yang mengaku tidak nyaman hidup berdampingan dengan tetangga yang berbeda agama, sebesar 15,1%.

"Mayoritas masyarakat Indonesia yang beragama Islam lebih menerima hidup bertetangga dengan orang yang beda agama daripada hidup bertetangga dengan orang Islam yang berbeda paham agama seperti Syiah dan Ahmadiyah," jelas Ardian. 

Ardian menambahkan, mereka yang merasa kurang nyaman dengan keberagaman dan setuju dengan penggunaan kekerasan mayoritas berasal dari publik yang berpendidikan dan berpenghasilan rendah. Hasil survei ini menunjukkan, bahwa mereka yang tidak nyaman hidup berdampingan dengan orang yang berbeda agama, naik sebesar 8,2 persen dari 6,9 persen pada tahun 2005 menjadi 15,1 persen pada 2012. "Sikap intoleransi terhadap keberadaan orang lain yang berbeda identitas sosialnya meningkat. Toleransi publik terhadap penggunaan kekerasan juga meningkat," kata Ardian.

Selain itu, imbuh Ardian, 15 sampai 80% publik merasa tidak nyaman jika hidup berdampingan atau bertetangga dengan orang yang berbeda identitas. Survei yang digelar LSI Community sendiri menggunakan metode sistem pengacakan bertingkat (multistage random sampling) terhadap 1.200 responden dengan margin of error sebesar plus minus 2,9%. Survei dilaksanakan 1-8 Oktober 2012. (bilal/arrahmah.com)

Sumber : Arrahmah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar