Selamat Datang di Website Kami Info Jihad Internasinal

Donasi Untuk Keluarga Mujahid

Rabu, 09 Februari 2011

Israel khawatirkan sikap AS terhadap Mesir

(Info Jihad Internasional)_TEL AVIV - Sikap AS yang melarang Presiden Mesir, Hosni Mubarak, telah mencemaskan para pemimpin Israel. Mereka khawatir  bahwa hal itu akan mempengaruhi kebijakan Washington pada sekutu-sekutu terdahulunya, termasuk Tel Aviv.
"Salah satu dari kami memperoleh indikasi bahwa Washington bingung untuk mendepak Presiden Mesir, Hosni Mubarak. Namun sesekali Mubarak pun menjadi sekutu yang tidak lagi bisa dimanfaatkan," kutip AFP dari salah seorang pejabat Israel yang tidak ingin disebutkan namanya.
"Bahkan jika posisi Amerika berubah dalam beberapa hari ini, hal tersebut tidak akan mempengaruhi pembelotan yang terjadi. Inilah yang paling dikhawatirkan," lanjut pejabat tersebut.

Ia menjelaskan loyalitas Israel menjadi tidak lagi berharga, terutama di Timur Tengah, dan memperingatkan bahwa keputusan yang diambil Washington untuk tiba-tiba mendukung mundurnya presiden Mesir akan membuat siapapun ragu terhadap kebijakan luar negeri AS.

Ia pun mengkritik kebingungan dan ketidaklogisan sikap yang diambil Amerika.

Israel benar-benar khawatir pada peluang mundurnya Mubarak, karena bagi Israel hal itu akan mengancam eksistensi yang selama ini telah didukung oleh rezim Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun.

Kekhawatiran ini juga digembar-gemborkan melalui media Israel yang memperingatkan kemungkinan bangkitnya Islam di Mesir.

"Setiap orang mengerti bahwa Mubarak harus pergi, namun kami mengharapkan bahwa pemerintahan AS akan memberikannya dukungan dan bukan malah menjauhkan diri darinya," ungkap harian Yediot Aharonot.

"Selama beberapa dekade ia menjadi penjaga kepentingan Barat, dan ketika AS melakukan ini pada Mubarak, apa yang kemudian dipikirkan oleh sekutu AS lainnya.

Namun sejumlah analis mengindikasikan bahwa pengaruh dari lobi-lobi Zionis di Amerika akan melindungi Israel dari adanya perubahan arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Sumber : Arrahmah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar